Tuesday, June 13, 2006

KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) atau Kekerasan Domestik



Pernah dengar KDRT ? KDRT bukanlah Kris Dayanti Ribut Terus ,…melainkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

KDRT tidak melulu kekerasan dalam bentuk fisik, melainkan juga bisa berupa psikis, kekerasan seksual, dan kekerasan ekonomi.

Sudah banyak kejadian yang diberitakan di koran, mengenai istri – istri yang mengalami KDRT oleh suaminya. Bahkan ada istri – seorang guru SD - yang meninggal dalam keadaan koma beberapa minggu, setelah mengalami KDRT berulangkali oleh suaminya yang pemabok dan sopir angkot.

Ada juga berita di TV tentang istri yang jadi tuli, karena KDRT oleh suaminya, yang karena marahnya tidak disediakan makanan (nasi dan lauknya) ketika pulang ke rumah, padahal si suami tidak pernah memberi uang belanja, sehingga istri tak bisa membeli beras dan lauk

Timbul tanya di hatiku : apa yang membuat para suami sedemikian berang, marah dan temperamental seperti ini ?

KDRT bukanlah milik kaum menengah ke bawah saja. KDRT terjadi juga di kalangan artis, yang kadang ketika diwawancarai oleh infotainment mengapa wajahnya lebam biru, dikatakannya baru terbentur pintu, dsb.

Tetapi ada juga fenomena aneh. Ada suami yang pada saat marah, dia bisa meninju dan memukul istrinya seperti sansak tinju. Kemudian sesudah itu menyatakan penyesalannya, sambil memberikan hadiah – hadiah mahal seperti berlian, dsb. Apakah mereka berpikir bahwa kesalahan fatal yang mereka lakukan bisa terbayar impas dengan pemberian barang – barang mahal ?

Belum lagi kisah sado masochis yang dilakukan suami di tempat tidur, agar dapat merangsang nafsu seksualnya. Mestinya laki – laki type ini mesti diterapi kejiwaannya, karena ada kelainan dalam dirinya, yang bisa jadi berasal dari pengalaman masa lalunya.

Ada juga hal yang mengejutkanku dan sulit dipercaya, ketika salah satu teman laki – laki bercerita bahwa ia justru menderita KDRT yang dilakukan oleh istrinya, yang saat itu bisa memukul, menampar suaminya saat marah dan emosi. Sehingga ia hanya bisa bersabar dan berusaha mempertahankan rumah tangganya demi anak yang dicintainya. Waah, kalau kasus seperti ini, mungkin probabilitasnya satu dalam sejuta, ya !!!

KDRT tidak melulu terjadi pada suami atau istri, melainkan dapat juga terjadi pada anak, atau bahkan pembantu rumah tangga.

Masih segar di ingatan kita mengenai kasus kematian Arie Hanggara yang sempat difilmkan sekian tahun yang lalu, yang meninggal sebagai korban penganiayaan ibu tirinya.Ada juga kisah di koran, di mana seorang anak usia 4 tahun meninggal di tangan pamannya sendiri, karena sang paman tak tahan melihat tingkah nakal keponakannya.

Rata – rata pelaku tsb di atas adalah orang yang emosinya labil. Dalam kondisi stress, mengingat kesulitan secara finansial, sedikit gangguan dari orang – orang dekatnya, sudah mampu memicu emosinya sehingga berbuat hal – hal di luar nalar kita.

Tentang pembantu rumah tangga yang disiksa dan dianiaya, juga tak kurang berita mengenai hal ini. Banyak yang menjadi korban kekejaman majikan, disetrika wajah dan punggungnya, tidak dibayar upahnya. Hanya diberi makan sekali sehari. Dikurung dalam WC, dsb. Ini juga sebagai KDRT.

Sehingga kita bisa berkesimpulan bahwa KDRT justru dilakukan oleh orang – orang di lingkungan terdekat kita.

Dan yang masih belum jelas, apakah bisa pemaksaan untuk melakukan hubungan seksual oleh si suami terhadap si istri, sedang istri, karena sesuatu sebab, tidak menginginkannya , dikategorikan sebagai KDRT ?

Jika kita mengingat bahwa setiap anggota keluarga mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama, dan tak satupun merasa lebih superior dibanding yang lain, maka seharusnya KDRT ini tak perlu terjadi.
Kesewenang – wenangan dapat timbul bila salah satu pihak merasa lebih superior dibanding yang lainnya.

Yang selama ini mengherankan adalah kecilnya angka pelaporan kasus KDRT ke pihak kepolisian. Seolah tingkat toleransi dari si korban sedemikian besar, sehingga berpikiran bahwa pengaduan akan berbuntut terhadap terbukanya ‘aib’ keluarga tsb. Mungkin ini yang disebut fenomena gunung es.
Memang sebagian besar korban KDRT adalah masyarakat pedesaan. Ini terkait dengan tingkat pendidikan yang rendah.

Bisa juga istri – istri korban KDRT bertahan berdiam diri, demi mempertahankan keutuhan rumahtangganya. Apalagi kalau si istri adalah ibu rumah tangga, yang posisi tawarnya lebih rendah untuk bercerai, karena tidak siap mencari nafkah.

Untungnya pemerintah cukup tanggap mengenai hal ini. Sehingga tahun ini sudah mulai dibuat RUU anti KDRT.

Jika kita ingin mewaspadai hal ini sedari dini, bisa juga ditiru langkah yang dilakukan oleh Rieke ‘Oneng’ Dyah Pitaloka, yang memasukkan anti KDRT dalam perjanjian pranikah dengan calon suaminya. Sehingga dengan kesepakatan awal ini, tiap pihak bisa saling menghormati pasangannya dan menghindari terjadinya KDRT.

Cilandak, 13 Juni 2006
16.00

Monday, June 12, 2006

PRENUPTIAL AGREEMENT


What is prenuptial agreement ? It seems this term being new topic in Indonesia lately, especially for the last 3 years. While in US and other western countries, have been already implemented for a long time a go.

A Prenuptial Agreement are simply the joint expression of a couples' wishes, an
agreement signed before a marriage to set forth by contract each person's rights in separate property/ assets, income, liabilities, pension plan, alimony, child support, and inheriting from each other, describes how premarital debts will be paid,that reflects equality in financial matters. The contract is intended to change what would normally occur by law if there is a divorce or if a spouse dies.
This prenuptial agreement is allowable, as long as in line with law, religion, and morale value. This has been in line with Act 1, article 29 : 1974.

This agreement must be fair and reasonable

If we want our assets during marriage are not accummulated as marital property or community property, and still being hold under the name of one spouse -remain as a separate assets - we can do it with prenuptial agreement. Even if one of spouse dies or divorced, then separate assets will remain as separate assets and not be divided between them, and not falls under ‘equitable distribution laws’ classification.

If a spouse dies, then the prenuptial agreement will enable to pass on separate property to the kids from prior marriage.

This will avoid couple from dispute if there is a divorce or a spouse dies.

More couples are using the prenup process to stimulate important conversations about how they define and safeguard their marital union (lifestyle, roles, financial responsibility).

It gives a couple an opportunity to share their hopes and dreams with one another and articulate their aspirations. It’s good if we know our partner’s expectation in advance, by drawing out couple’s desires, having open communication, and establishing rules and policies of their marriage. Therefore it will strengthen our relationship and reduce conflict if we divorce

A relationship built based on reality is better than a relationship built on illusion.

BNI, June 12, 2006
08.15 pm

Sunday, June 11, 2006

IJINKAN AKU MENCINTAIMU



buat yang baru kukenal dan memesonaku karena kebersahajaannya

Ijinkan aku mencintaimu,
Cinta yang datang sekonyong – konyong
ketika usia tak lagi muda,
Cinta yang tak bisa dirumuskan secara kimia :
apakah akan larut menjadi gemuruh rindu dan kepasrahan total
ataukah menggumpal dan membatu dalam hati,
tinggal sebagai fosil kepedihan dan kegundahan

Ijinkan aku mencintaimu,
Sekalipun hanya dalam mimpi – mimpi panjang
Hadirkan engkau dalam senyum damai
dan rengkuhan kasih tak terlarai

Ijinkan aku mencintaimu,
Mengetuk pintu hati yang setengah terbuka,
Mengintip ke dalam, temukan cahaya terang di nuranimu…
Sambil berharap : kan kutemukan ruang hati untukku,
Yang cukup lega untuk membangun asa bersamamu

BNI, 11 Juni 2006
09.40

TTM dan HTS


HTS (Hubungan Tanpa Status) dan atau TTM (Teman Tapi Mesra) sering ditemukan di kalangan orang muda, terutama anak – anak SMP, SMA, bahkan mahasiswa. Ada yang ke mana – mana tampak bersama – sama : jalan di mall, nonton, main bowling, atau menemani datang ke pesta teman. Hal ini bisa berlangsung berbulan – bulan. Karena bagi mereka, daripada ke mana – mana sendiri, dan tidak ada teman yang menemani, lebih baik menjalani HTS. Sekalipun setelah bersama – sama sekian lama, tak dapat dipungkiri bisa jadi ada kedekatan dan keterlibatan emosional yang sulit untuk dikendalikan. Pada fase ini, bisa jadi salah satu pihak mulai menginginkan hubungan yang lebih pasti sifatnya, dan berharap lebih jauh untuk menjadikan TTM mereka sebagai pacar. Di sinilah dimulai ‘sentilan – sentilan’ yang mengarah ke sana. Apabila salah satu pihak tak juga mengerti (atau pura – pura tak mengerti !!) yang diharapkan oleh pihak lainnya, bisa jadi scenario berlanjut ke ‘penembakan’ ke pihak lainnya, untuk mengutarakan perasaan,..seperti di salah satu reality show TV. Patut dihargai keberanian salah satu pihak untuk mengutarakan perasaannya, daripada tak berani mengutarakannya dan menyesal seumur hidup, karena teman kita tak pernah tahu perasaan kita, dan ia keburu berpacaran dengan orang lain.

Sayangnya jawaban yang didapat bisa saja : si TTM ini asyik untuk dijadikan teman curhat, sahabat, tetapi tidak untuk dijadikan kekasih. Karena mereka memiliki kriteria yang berbeda. Naah, akhir penolakan untuk dijadikan pacar ini tak selalu happy ending. Karena penolakan ini kadang justru dapat merusakkan persahabatan yang terjalin, karena sulit untuk tetap menjalin persahabatan tanpa timbul keinginan berpacaran.

Selain itu ada juga TTM varian baru., yaitu TTM antar pria wanita dewasa, bisa jadi ke-2nya masih lajang, tetapi salah satunya (umumnya : pria) masih enggan berkomitmen menjadi pacar, dan lebih memilih seperti burung, terbang sana terbang sini, bisa hinggap ke mana hati berkehendak, sehingga untuk menenangkan hati si wanita, ia katakan TTM saja.

Dan lainnya adalah : salah satunya sudah berumahtangga, dan wanita atau pria yang berumahtangga ini memiliki pasangan hidup yang (kebetulan!) memiliki minat jauh berbeda dengannya, sehingga untuk menyalurkan minat salah satu pihak, suami atau istri perlu mencari TTM yang memiliki minat sama. Misal : sang suami super sibuk dan tak suka dugem dan shopping, sementara istrinya justru suka kegiatan satu ini. Maka, untuk mengisi ‘gap’ ini, si istri mencari TTM yang gemar diajak berdugem dan shopping ria. Jika TTM ini dalam konteks persahabatan dan atas dasar kebutuhan emosional, tetapi tak melibatkan ‘gairah’ dan ‘hasrat seksual’, masih bisa ditolerir, karena akan jauh dari perselingkuhan. Tetapi bila ternyata TTM ini sudah melibatkan ke-2 hal yang disebutkan belakangan tadi, maka perlu diwaspadai, karena akan menjadi awal perselingkuhan !!!

Bisa juga terjadi versi lainnya, sebenarnya pasangan ini saling cinta, tetapi karena salah satu pihak sudah berumahtangga (baca : biasanya pria) maka untuk mengalihkan bentuk hubungan tsb menjadi sesuatu yang di’legal’kan secara moral, maka mereka gunakan istilah TTM. Hubungan yang awalnya berkembang dari rasa ‘suka’ yang berdasar ikatan emosional ini, rentan berkembang menjadi perselingkuhan.

Solusi untuk menghindari TTM, bagi pasangan suami istri :: berusahalah mengerti minat pasangan kita, menyukainya, sehingga akhirnya dapat menikmati minat dan kegiatan tsb bersama-sama. Dengan itu, dapat menghilangkan peluang pasangan kita menjadi dekat dengan orang lain yang berlawanan jenis,..apapun juga alasannya.

BNI, 11 Juni 2006
21.30

WHEN YOU GET DEPRESSED


Stress is any kind of pressure that affects a person in his daily life. This effect maybe healthy or unhealthy depending on his reaction to the stress factors (Anthony Yeo)

Exhaustion may also cause a depression, with below signals :

* I’m so tired, no matter how much I sleep.
* I’m frustrated with everything and everybody.
* I don’t have fun anymore.
* I feel helpless.
* I feel sad.
* I feel like crying a lot.
* I’m bored.
* I feel alone.
* I don't really feel sad, just "empty".

You can be lonely in a crowd. During the week end or when you are sick and you are not working, you’ll feel lonely due to you don’t have any activity nor friends. You can feel lonely from lack of contact with others. Some of us feel lonely due to we reject others. We cast away friendship due to we have inferior feelings or in reverse, snobbish.

One of my friend advised me not too push myself too hard…. Just accept all of my weaknesses and try to peacefully live with them, will minimize our stress, as we are being more reasonable person.,..and remember NOBODY’s PERFECT !!

Therefore , I have to accept and be more tolerable with my kids’ mistakes, their weaknesses, and not too much expectation on their performance. As long they are being a nice kids, don’t involve in drugs and free sex, then I have to thank God.

Try to accept UNEXPECTED result with positive thinking,…as not all scenarios and plans will be run smoothly and perfectly as our expectation. ,…and these make our life so challenging !!!

Share our thought and problems with friends whom we can trust is also the way to diminish our stress.

WE NEED TO GET A RIGHT PORTION OF STRESS IN OUR LIFE TO RAISE UP OUR ADRENALIN, TO CHALLENGE US TO BECOME A BETTER PERSON,….BUT PLS… DON’T BE TOO MUCH !!!!

LIFE LET US ASK FOR WHAT WE WANT, BUT GIVES US WHAT WE DESERVE (anonymous)

BNI, June 11, 2006
18.45

REINKARNASI


Pada satu saat satu ketika, berabad – abad lampau,
Aku pernah bertemu engkau, berbeda wujud dengan yang kutemui sekarang,.
Engkau memanggil – manggil namaku,
Mengetuk – ngetuk pintu hatiku,
Menyeruku dalam bisu yang purba,
Antara ada dan tiada…
Hingga kisah ratusan tahun silam
Berakhir tragis dalam kepiluan
Menjaga janji setia dengan kematian sepasang insan

Apakah kau yang dulu …
menjelma menjadi engkau yang kini tetap menawan
dengan bola mata kelam menghunjam,
dengan senyum sayu menyelimuti wajah tirusmu ?
tetapkah kau merinduku
seperti yang dulu kaumiliki berabad lalu ?
Bisakah kita ubah catatan perjalanan kehidupan kita :
Agak tak lagi berujung duka dalam kematian,
wujudkan kasih dalam ikrar abadi
yang diberkahi Tuhan

BNI, 11 Juni 2006
18.26

MELUPAKAN SESEORANG



It's true that we don't know what we've got until we lose it, but it'salso true that we don't know what we've been missing until it arrives.

A sad thing in life is when you meet someone who means a lot to you, only to find out in the end that it was never meant to be and you just have to let go.

It takes only a minute to get a crush on someone, an hour to like someone, and a day to love someone-but it takes a lifetimeto forget someone.

Cara terampuh untuk melupakan seseorang, dan menghapusnya dari kenangan kita adalah dengan menghapus semua hal yang terkait dengan dirinya : dari menghapus no. telponnya di memori kita dan di HP kita , men-delete user id – ICQ, Yahoo dan MSN nya dari daftar chat friends kita, sehingga kita tak bisa menghubungi dan berkomunikasi dengannya lagi. Juga menghapus foto – foto digitalnya di file kita, sehingga tak lagi ada hal yang mampu membangkitkan kenangan kita padanya.
Bahkan jika perlu, jangan datangi lagi tempat – tempat favorit yang biasanya sering dia kunjungi bersama kita : dari resto, mall, tempat liburan, hingga sinema.

Bisa jadi banyak orang tak setuju dengan caraku yang di mata mereka tampak ‘kejam’ ini. Tetapi itu satu – satunya cara untuk bisa ‘bangkit’ kembali dengan melupakan semua hal yang telah terjadi di masa lalu.

Dengan ketiadaan namanya di sekitar kita, akan membantu kita menghapus kenangan indah maupun buruk bersamanya.

BNI, 11 Juni 2006
17.20

AKU RINDU MENGEJA NAMAMU…


Mengapa aku tergagap dan gagu dalam diam
kala bertatap mata dengan bola matamu
Mengapa aku tak mampu menghapus kenangan atasmu
Yang membayangi hari – hari kelamku
Kobarkan kasih yang tak kunjung padam

Aku tak kuasa mengetuk pintu hatimu
Tuk sekedar sampaikan sapa selamat pagi
Lidahku kelu dan beku tuk mengeja namamu :
Tak sanggup kuberucap !!

BNI, 11 Juni 2006
17.00

DI SINI TEMPATMU PULANG



Buat Al :

Mengapa tak kauhapus masa lalu
Yang menyeretmu pada dendam, amarah
dan luka berkepanjangan ?

Hari – hari nan kelam dan
sarat isak dalam diam
biarkan jadi jejak masa silam
yang tak perlu kau toleh kembali

Ada saat di mana kita tak selalu berada
Di tengah ganas ombak samudra,
Melempar sauh, membawa biduk kita menepi,
Istirahat sejenak di dermaga kehidupan :
Menyeka peluh kekecewaan dan mengobati lara
dengan mantra dan jampi kasih sayang …

Di sinilah tempatmu pulang :
rumah kecil penuh pengharapan
tempat kautemukan cinta berkelimpahan
sarat tawa dan kehangatan orang – orang terkasih…

BNI, 11 Juni 2006
09.53 am

NARSIS SEJATI





Narsis berasal dari bahasa Latin yang artinya mengagumi diri sendiri secara berlebihan

Naah, kata narsis akhir – akhir ini banyak digunakan oleh remaja untuk menggambarkan hasrat diri dan mengekspresikan diri yang ingin tampak cantik, cakep, berbeda dari lainnya, dalam bentuk foto – foto diri dengan beragam gaya dan penampilan yang keren dan gila habiss di cellphone mereka.
Mulai dari gaya nungging, garuk - garuk pantat, ngiler, mengerenyitkan hidung, sampai melet lidahnya,…sampai lokasi pemotretan di skul (pinjam istilah anakku), mobil, kamar mandi, kamar tidur, kandang kelinci, . semua ada di sana…, yang bikin kita ingin tertawa.
Hal ini bukan monopoli cewek, karena ternyata cowokpun melakukan hal yang sama. Anak laki – lakiku bergaya bak Alice Cooper tahun ‘70an, dengan rambut disisir ke depan, menutup sebagian wajahnya.
Ujung – ujungnya foto ter’gila’nya akan dipilih untuk ditampilkan di friendster.

Untuk mendukung hobby narsisnya ini, anak perempuanku sampai menambah memory card yang ada di cell phonenya!! Dan rela dipotong uang jajannya untuk membeli extended memory card !
Jika kukatakan, betapa antusiasnya dia memotret diri sendiri, maka dengan cueknya dia berkata,..yang seperti ini tak ada apa-apanya dibanding teman-temannya yang setiap geraknya di foto!!! Waah,…bisa jadi pengarah gaya tak perlu lagi kesulitan mengarahkan gaya calon modelnya bila ternyata cewek – cewek ini sudah luwes bergaya dengan cell phone mereka !!

Bertambah lagi satu cara mengekspresikan diri mereka : Berfoto di cell phone !!

BNI, 11 Juni 2006-06
21.40

I'M THE ONE


Written by Al

I'm the one who'd like to walk down that silent street,
where yellow falling leaves touch my weary soul,
where its quietness and wisdom gently greet me...

I'm the one who'd like to fly over the thousand skies,
where the cold wind embracesas if i were its new baby born...
But I'm the one who's willing sometimes
to go back to the place
where I should belong,
and where all of these questions which stay in mind
merely need no answers

Ho Chi Minh City,1999

Saturday, June 10, 2006

PERJALANAN PANJANG


Ketika kaususuri jalan setapak sunyi di punggung pegunungan,…kau bersirobok dengan wanita tua yang menyapamu dengan ramah. “Apakah engkau mencari anakku?”, dan engkau mengangguk pelahan. “Tunggulah di sini, hingga hari menjelang senja…, anakku akan kembali dari perjalanan panjangnya,….. mengukur depa demi depa langkah kakinya meniti pematang kehidupan yang berliku. Ia tak juga jera melangkah, meski kakinya kerap terantuk kerikil dan tergores luka batu cobaan kehidupan yang kejam. Ia bangkit lagi, bahkan mengelana makin jauh, menjemba angin, menatap matahari,….mencari makna kesejatian diri.”

Lalu kaujawab “Ibu, …aku tahu anakmu takkan bisa sepanjang hidup mengikat kakinya di sini, di tempat yang damai bermandikan cah’ya matahari katulistiwa ini,.di mana kokok ayam dan lenguh suara kerbau mewarnai awal perjalanan hari. Seluruh tempat di bumi ini adalah ‘rumah’nya, di mana ia bisa mengaso dan istirahat panjang setelah lelah bermain dengan berbagai gurat warna kehidupan : semburat merah, kuning, biru, hitam, kelabu dan putih.

Katakan padanya, jika letih menyergap, ia rindu istirahat dari kerasnya hidup ….dan tak kuasa lagi langkahkan kaki,..selalu ada yang setia menantinya di sini…, di titian senja sore hari . Berharap ia akan kembali,…temukan pendar – pendar kebahagiaan sejati dalam dirinya...”

BNI, 10 Juni 2006-06
11 pm

Thursday, June 08, 2006

SWARA HATI....


Pada ruap – ruap mega di langit biru,...
Kutuliskan suara hatiku
“ sayang,..., kuingin lewati waktu bersamamu selamanya”
Kutakut gelegar halilintar dan tangis bidadari yang kehilangan selendang pelanginya
Akan merontokkan dan menghapus tulisanku......
Hingga tak ada lagi yang bersisa….

Kutakut kehilangan kesabaran menantimu,…
Kucemas kehilangan kesetiaan menunggumu,…
Kuresah berharap di sepenggal asa
Betapa kutak ingin lewatkan sisa hari tanpamu,…

Cilandak, 8 Juni 2006
10.30 pm

untuk mengingatkanku bahwa seseorang demikian
bermakna ketika ia jauuuuh dari kita
kar'nanya tunjukkan kasih kita
ketika ia masih dalam rengkuhan kita....

DUNIA INI MAKIN INDAH TANPA TEMBAKAU





Untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia : 31 Mei 2006

Permusuhanku pada rokok sudah kumulai ketika aku kecil, ketika teman – teman bapak, yang perokok berat berkumpul di rumah, dan dengan tenangnya terus mengepulkan asap rokok, sementara bapak sendiri tidak merokok. Rasa benci terhadap rokok ini berlanjut ketika aku SMA,…saat teman – temanku ada yang merokok di depan kita,..atau saat di kendaraan umum seperti angkot, penumpang prianya dengan cueknya terus merokok seolah tak peduli dengan penumpang lain yang terbatuk - batuk dan sesak nafas karena asap rokok yang ditimbulkannya.

Korban pertama dari asap rokok, adalah bapak yang meninggal karena kanker paru. Padahal bapak sendiri tidak pernah merokok, dan hanya sebagai perokok pasif. Hal ini makin membuatku memusuhi rokok.

Seluruh saudara priaku (3 orang) tak ada yang merokok, karena mereka merasa tak ada enaknya merokok dan tidak bermanfaat.

Dunia serasa terbalik ketika anak laki – lakiku yang saat itu kelas 3 SMP memproklamirkan diri sebagai perokok, dan mengaku merokok sejak kelas 2 SMP, karena pengaruh teman
Aku sudah lelah menasihatinya dengan menyampaikan bahaya merokok terhadap kesehatan dalam jangka panjang. Yang bisa kutekankan adalah, dia boleh merokok hanya di ruang kamarnya di lantai atas, dan di halaman depan rumah yang merupakan ruang terbuka. Dan aku takkan pernah memberinya uang untuk membeli rokok. Apabila ia ingin membeli rokok, maka ia harus menyisihkan uang jajannya. Biasanya, ia akan membeli rokok ketengan , 1 atau 2 batang sehari.
Bersama teman – temannya, ia merokok di kamar atas, dan akibatnya wastafel mampet karena ia membuang puntung rokok ke dalam wastafel.
Aku terpukul dengan kenyataan ini. Apalagi aku benar – benar anti merokok , dan ingat betapa besar resiko merokok bagi perokok pasif sekalipun.

Aku masih ingat, saat di Jerman, ketika mantan tunanganku yang perokok berat berjanji untuk berhenti merokok di saat tahun baru, saat itu aku merasa gembira sekali.
Karena aku sudah merasa bosan dan sesak nafas karena ruangan rumah selalu dipenuhi asap rokok, dan setiap kita berciuman, yang terasa adalah bau asap rokok yang menyebalkan,. Yang membuatku kehilangan gairah dan selera !!!! Sampai ia marah dan tersinggung karena sikapku ini. Tetapi aku tak peduli, karena bagiku ciuman harus dinikmati oleh kedua belah pihak. Akhirnya, ia mengerti, setiap kali ingin menciumku, ia akan gosok gigi dan berkumur mouthwash sebelumnya.
Rokok juga membuatnya malas makan. Hal pertama yang dilakukannya setelah bangun tidur adalah merokok !!! Tak peduli tak sarapan, yang penting merokok !!! Dan dalam satu hari ia bisa menghabiskan 2 pak rokok yang sebungkusnya berharga 5 Euro. Terbayang ‘kan, sebulan 300 Euro melayang percuma ??? Banyak yang bisa kita beli dengan 300 Euro (setara dengan 3,6 juta Rp per bulan saat itu)!!!

Sehingga niatnya pada awal tahun, untuk berhenti merokok – yang katanya demi aku - kudukung 100%. Ia ingin menjadi ‘manusia baru’. Tetapi aku langsung pupus harapan mendengar komentar ayah mantan tunanganku itu, yang mengatakan bahwa aku takkan berhasil membujuknya berhenti merokok, dan ia akan kembali ke kebiasaan lamanya lagi.
Beberapa kali kukatakan padanya, kalau ia bisa bertahan tidak merokok sama sekali di penerbangan panjang 13 jam ke Indonesia, atau bahkan lebih, kenapa tidak, dengan berhenti merokok ?

Hari pertama ia mencoba berhenti merokok adalah hari yang penuh perjuangan, karena ia melawan keinginan merokok yang timbul, dengan cara ngemil makanan , mengunyah permen, dan minum bir. Ia berhasil melakukannya 3 hari berturut – turut…dan untuk pencapaian 3 hari tanpa merokok itu, tak henti aku memujinya . Selama 3 hari itu berat badannya naik sebagai akibat ngemil tak kunjung henti.
Tetapi pada hari ke-4, mulailah ia merokok satu batang sehari, dengan alasan untuk mengurangi rasa masam dan pahit di mulutnya. Akhirnya, hari berikutnya 2 batang, dan seterusnya dari hari ke hari meningkat.
Betapa kecewanya aku !!!. Karena motivasi terbesar untuk berhenti merokok, harus datang dari diri sendiri, dan bukan karena keinginan untuk membahagiakan pasangan!!! Setiap kusinggung hal ini, ia akan membela diri dengan mengatakan bahwa ‘pengorbanan’nya untuk diriku sudah tak terhingga,....dari pindah agama (sekalipun tak juga belajar Islam dengan benar dan tak pernah mempraktekkan syariah!) hingga upaya berhenti merokok (yang gagal itu !!!).
Sehingga akhirnya aku memilih untuk mengakhiri hubungan dengan seseorang yang menurutku tak bisa memenuhi janji untuk memegang komitmennya.

Aku kadang tak habis mengerti, bagaimana lebih dari 30% orang dewasa memutuskan untuk merokok , padahal mereka tahu bahwa merokok mengurangi usia mereka hingga 1/4 nya??? Kalaupun suatu tindakan menjadi berbahaya hanya untuk pelakunya, masih lumayan !!! Merokok tidak hanya berbahaya bagi pelakunya, tetapi juga sama bahayanya bagi orang – orang di sekitar perokok !!!

Bahkan anak-anak memiliki resiko paling besar dari para orangtua perokok. Kemungkinan mereka terkena kanker paru – paru menjadi 3x lipat karena mereka menjadi perokok pasif. Resiko terkena penyakit yang berhubungan dengan paru – paru menjadi 30%. Anak-anak yang menghirup asap rokok didapati menderita infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia atau bronkitis

Perokok memiliki resiko tinggi untuk mengalami kenaikan kadar glukosa, yang memicu penyakit gula (diabetes), demikian pula perokok pasif .
Perokok aktif adalah pihak yang semestinya bertanggung jawab atas kematian perokok pasif yang kebanyakan menderita kanker paru-paru.
Penyakit lainnya adalah gangguan pernapasan termasuk batuk, gangguan fungsi paru-paru dan pernapasan, jantung koroner, gagal jantung, meningkatkan resiko terkena penyakit alzheimer, demensia (pikun), osteoporosis, sakit lambung (maag), kanker nasal sinus, kanker oesophagus, larynx dsb. Selain itu perokok juga akan mengalami penuaan dini dan pengeriputan kulit dini.

Perokok pada umumnya juga lebih sulit tidur dibanding bukan perokok, dan juga lebih sulit bangun.

Pada pria, akan mengurangi jumlah produksi sperma secara signifikan, dan menurunkan kualitas sperma dibandingkan bukan perokok, menurunkan tingkat kesuburan, dan merupakan faktor penyebab impotensi.

Penyakit yang berkaitan dengan tembakau, pada sekian tahun mendatang akan menjadi masalah kesehatan utama terbesar dan menyebabkan sekian juta kematian setiap tahun.

Tembakau dan asap rokok mengandung ribuan zat kimia yang merugikan.Banyak dari zat kimia ini dikenal sebagai senyawa beracun, carsinogenic, atherogenic, teratogenic dan addictive, termasuk di dalamnya : nikotin, tar, karbon monoksida, asetaldehid, HCN, arsenik, kromium, DDT, formaldehid, benzene, cadmium, nikel, vinyl chloride, dsb.

Studi menunjukkan, perokok yang mulai merokok di usia remaja, dan terus menjadi perokok hingga puluhan tahun berikutnya, akan meninggal 20 - 25 tahun lebih awal dibanding bukan perokok.

Berdasarkan studi WHO, seorang perokok memiliki ketergantungan / adiksi yang besar terhadap nikotin yang terkandung dalam rokok. Bahkan perokok yang telah tergantung pada nikotin, akan memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang tidak menggunakan.

Beberapa merk rokok mengclaim ‘rokok dengan kandungan nikotin rendah’ yang membuat perokok merasa dapat mengkompensasi rendahnya kandungan nikotin dengan merokok lebih banyak Hal ini berbahaya !!! Karena makin banyak zat beracun yang terisap tubuh.

Dan tahukah perokok di Indonesia, bahwa konsumsi rokok Indonesia adalah terbesar ke-5 di dunia !!! Pada tahun 2002 saja, konsumsi rokok di Indonesia ini tercatat mencapai jumlah 182 miliar batang. Sementara itu, berdasarkan data World Health Organization (WHO), urutan pertama konsumsi rokok ditempati Cina sebanyak 1.643 miliar batang, Amerika Serikat sebanyak 451 miliar batang, Jepang sebanyak 328 miliar batang, dan Rusia sebanyak 258 miliar batang. Itu berarti bisnis yang tidak main – main !!! Menjadi dilematis !!! Di satu sisi melibatkan pemasukan cukai rokok yang cukup tinggi bagi pemerintah dan penyediaan lapangan kerja bagi banyak penduduk Indonesia , mengingat sifat industri rokok yang padat karya (lihatlah produktifitas Ibu – ibu pekerja pabrik rokok yang luar biasa mengagumkan, karena upah hariannya tidak didasarkan pada jam kerja, tetapi pada sistem borongan, berdasarkan output pekerja : jumlah rokok yang dapat dilinting, atau dipak ke dalam kemasannya, dsb). Di sisi lain menimbulkan bahaya luar biasa bagi kesehatan suatu bangsa !!! Sementara sebagian besar industri hiburan digerakkan oleh rokok, jika mengingat sponsor terbesar konser musik kelas dunia dan promo tour band papan atas Indonesia adalah industri rokok raksasa.
Salah seorang temanku, pakar marketing , yang pernah menjadi konsultan untuk salah satu raksasa industri rokok Indonesia, mengatakan bahwa pada saat perusahaan lain terpuruk karena krismon pada tahun 98, maka justru industri rokok menangguk keuntungan luar biasa dari situasi ini, karena semakin banyak orang stress, maka semakin orang lari ke kebiasaan merokoknya, dan semakin banyak rokok yang terjual. Ironis bukan ?
Disadari atau tidak, selain menyebabkan gangguan kesehatan, rokok juga menyebabkan kerugian ekonomi di rumah tangga maupun masyarakat. Bisa dibayangkan, jika seseorang, seperti sopirku membeli sebungkus rokok berharga Rp 6,500 dan ludes dalam sehari, maka dalam sebulan hampir Rp 200,000 hilang terbakar sia – sia sebagai asap rokok !! Dan pengeluaran untuk ritual merokok ini setara dengan 15% penghasilan dia sebulan !! Ironis bukan, bahwa sopirku mampu mengisap rokok sebungkus sehari, sementara ia harus menunggak pembayaran SPP anak – anaknya, yang nilainya jauh lebih rendah ketimbang biaya merokok sebulan ??
Berapa banyak keluarga miskin yang terpaksa mendown grade menu makannya, karena sang kepala keluarga lebih memilih membelanjakan uangnya yang terbatas untuk membeli rokok.

Dengan keluarnya Perda DKI Nomor 2 Tahun 2005 tendang Pengendalian Udara, yang mengatur mengenai larangan merokok di tempat umum, dan pemberian tempat khusus merokok, akan melindungi masyarakat bukan perokok agar tak terpapar zat – zat berbahaya yang terkandung dalam rokok, sehingga dapat menyelamatkan nyawa jutaan orang agar terhindar dari kematian sia - sia!!

Sayangilah diri dan keluarga kita. Kita adalah arsitek kesehatan kita. Berhentilah merokok !! Hidup ini terlalu indah untuk berakhir lebih singkat karena asap rokok…..

BNI, 8 Juni 2006
10 malam

Semoga dapat menggugah teman – temanku : JP, N, dan Al agar satu hari kelak berhenti merokok.

BELAJAR MENGHARGAI UANG




Tidak mudah menjadi orang tua masa kini. Bekerja dari pagi hingga malam, membuat kiat memiliki perasaan bersalah, yang kadang menjadikan kita sebagai orang tua yang permissive dan cenderung mengabulkan permintaan anak kita, yang acap berlebihan sebagai kompensasi dari kurangnya waktu –secara kuantitas dan kualitas – yang kita berikan kepada anak – anak kita. Sehingga dengan meng’hujan’i mereka dengan barang – barang yang mereka minta, yang sifatnya materi, kita beranggapan bahwa rasa bersalah tsb telah berkurang, dan bahkan ‘impas’. Satu pandangan yang sama sekali salah !!! Karena kasih sayang, perhatian kita tak tergantikan oleh timbunan materi.

Kita juga sadari, anak – anak kita hidup di dunia yang dikepung oleh kemajuan teknologi dan iklan serta gaya hidup hedonisme yang tak henti – hentinya disodorkan ke mereka melalui majalah, billboard, MTV, termasuk juga toko – toko di mall yang telah meng’ajar’kan anak sejak kecil untuk mengenal branded products.

Siapa anak muda yang tak kenal merek seperti Voltum, Ripcurl, Billabong, dsb,...yang harganya selangit ? Gempuran, kepungan dan iming – iming branded products yang menawarkan gengsi bila membeli dan memakainya inilah yang mesti dicermati dengan hati – hati oleh kita. Perlu kita sampaikan pesan ke anak – anak kita, bahwa penampilan kita, harga diri kita, penghargaan dan respek orang lain ke kita, tidak ditentukan oleh branded clothes dan atribut yang menempel di tubuh kita. Melainkan lebih dikarenakan sikap dan kelakuan kita, pemikiran dan pandangan kita, serta ketulusan hati kita dalam berteman.
Pakaian akan tampak indah jika sesuai dengan kepribadian kita, tampak pas di tubuh, dan yang terpenting,...kita nyaman menggunakannya.

Dengan itu anak - anak tahu, bahwa memakai baju yang dibeli di Bintaro jongkok, tidak perlu membuatnya rendah diri dibanding yang dibeli di PIM..., sepanjang baju tsb cocok dan sesuai dengan dirinya.
Jika ternyata ia dapat membeli branded clothes Ripcurl di factory outlet Kuta dengan harga miring, itu rejeki dia,…sehingga dengan harga sama seperti unbranded clothes, ia dapatkan branded clothes.

Anak – anak mulai belajar bila ia ingin membeli sesuatu yang lebih berkualitas - baik itu sepatu, baju, alat musik, asesori handphone, buku bacaan - lebih daripada alokasi anggaran yang disediakan ibunya, maka ia harus mau menutupi kekurangannya dengan cara dipotong uang jajannya selama sekian bulan, sehingga impas semua kelebihan pengeluaran pembelian barang tsb. Atau dengan menjual sesuatu barang dan mendapatkan keuntungan dari sana.

Sama seperti yang kulakukan pada saat kuliah dulu. Aku memberikan les pelajaran kepada anak SD dan SMP, dan dari sana keinginanku untuk membeli baju bagus terpenuhi.

Ini kuterapkan bagi ke-2 anakku, dan sejauh ini mereka tidak protes. Dengan cara ini aku berharap mereka dapat menghargai uang yang didapat ibunya dengan susah payah dan juga bisa memakai, merawat, dan menyimpan barang yang dibelinya dengan cara ini secara lebih hati – hati.

Anak perempuanku lebih ‘tricky’, punya cara singkat untuk mendapatkan uang, jika ia ingin membeli sesuatu di luar uang jajannya yang terbatas.
Ia akan mencabut ubanku, dan untuk setiap uban yang dia peroleh – panjang atau pendek, putih semua atau putih sebagian - , dia akan mendapatkan Rp 500,-. Dengan cara ini ia bisa mendapat Rp 7,000 sampai Rp 10,000.
Demikian pula ia memberikan jasa pijat yang tarifnya sama seperti pemijat profesional : Rp 15,000 per 30 menit. Dan ia cukup tricky, karena memijat aku pada saat aku sudah mengantuk,...sehingga sebelum 30 menit selesai, aku sudah tertidur lelap tanpa tahu apakah dia melanjutkan proses pemijatan hingga selesai atau tidak.

Cara lain yang dilakukan adalah menyewakan buku – buku bacaannya yang menumpuk, kepada tetangganya, pada hari Minggu. Teknis pelaksanannya : minggu pagi, dia bersama 3 temannya dan kakaknya berbagi tugas : kakaknya berteriak – teriak di jalan dekat rumah sambil menyebarkan flyer berisi pengumuman ‘taman bacaan rumput ilalang’ membuka persewaan komik , dan sementara anak – anak tetangga datang, dia akan menyiapkan paket tawaran menarik : sewa 1 buku Rp 300, 2 buku Rp 500, dan 3 buku Rp 700. Jadi, dia yang masih kecil ini sudah menerapkan teori marketing : ‘sewa banyak, harga lebih murah.’ Kalau keuntungan sewa hari itu Rp 12,000, maka 25% nya akan dia simpan sebagai modal untuk minggu depannya. Sementara sisanya akan dibagi rata dengan teman – temannya yang ikut bekerja. Jadi, jangan heran jika setelah persewaan bukunya tutup di sore hari,..mereka akan me’raya’kan keberhasilannya mendapatkan uang, dengan membeli es doger atau es puding . Dasar anak kecil !!!

Anakku sewaktu SD juga suka menjual hasil gambarnya ke teman – teman sekolahnya, dalam bentuk kertas surat dan amplop bergambar, seharga Rp 1000 untuk 3 set. Hehe,.dia belum bisa menghitung marjin keuntungan. Padahal, biaya untuk membeli kertas, amplop dan terutama crayon kualitas bagus, bisa jadi lebih dari Rp 1,000 !!
Kadang ada juga teman sekolahnya yang berhutang, sudah membeli tetapi dibayar kapan – kapan.
Biarlah ini menjadi pengalaman berharga bagi dia, agar tahu proses sulitnya mencari uang.

Melap dan menyemir sepatu untuk mendapatkan uang, juga dilakukan oleh anak-anakku ketika SD. Koleksi sepatuku dijadikan sarana mendapatkan uang. Satu sepatu yang dilap dan disemir hingga licin akan mendapat Rp 500. Dan mereka melakukannya sungguh – sungguh.

Juga sense of saving kuajarkan kepada anak perempuanku, yang dulu, dengan manjanya selalu meminta dijemput pulang sekolah. Kemudian bersama sopirku, ia akan menjemput aku. Jarak yang lumayan jauh, 20 km dari kantorku ke sekolahnya pp, setara dengan 2 lt bensin , ditambah ongkos parkir mobil , maka pengeluaranku bertambah Rp 10,000. Padahal, jika ia mau naik bis yang lewat di seberang sekolahnya, hingga berhenti di Lb Bulus, dan kita janjian ketemu di Poins, maka ongkos yang dikeluarkan hanya Rp 1,000. Ke mana larinya penghematan Rp 9,000 perhari tsb ? Apakah untuk ibunya ? Tidak !!! Itu akan kembali ke anakku, dalam bentuk pembelian buku – buku komik yang digemarinya. Kalau sehari bisa berhemat Rp 9,000, maka Senin s/d Kamis ia bisa berhemat Rp 36,000. Dan uang sebanyak itu cukup untuk memuaskan hobinya membeli buku bacaan seminggu sekali.
Sementara pada hari Jum’at, karena ia pulang lebih cepat,pk 13.00, maka ia akan pulang naik bis, angkot dan ojek sampai ke rumah. Ongkos yang dikeluarkan Rp 9,000, dan ini lebih murah Rp 21,000, dibanding sopirku mesti menjemput dia dan mengantarnya pulang, plus balik lagi ke kantor untuk menjemput aku. Sehingga akhirnya ia bisa menerima ideku ini.

Membeli buku bacaan di zaman serba mahalpun perlu strategi tersendiri, agar dapat membeli dalam jumlah yang lumayan banyak dengan uang terbatas.
Caranya : aku akan pergi ke pak Agus di dekat rel KA Bintaro, yang memiliki kios majalah, buku, dsb dan rumahnya dipenuhi oleh gunungan buku – buku baru maupun bekas. Di sana,komik – komik terbitan terbaru dari Gramedia dsb, dapat diperoleh dengan setengah harga ataupun bahkan diskon 60%. Koleksi komiknyapun cukup lengkap. Edisi terbaru komik selalu ada di sana !!! Tetapi jangan cari novel teenlit atau buku – buku fiksi non gambar lainnya di sini. Sehingga dengan uang sebanyak Rp 35,000 bisa didapat komik seharga @ Rp 11,000 s/d Rp 20,000 sebanyak 7 – 8 pcs. Luar biasa, kan ??? Padahal kalau kita belanja di Gramedia, hanya akan mendapat 3 pcs.

Anak laki – lakiku juga memilih untuk menggunakan motor (bekas, th 2005- yang masih layak jalan) sebagai alat transportasi ke sekolah, karena setelah dihitung – hitung, biaya transportasi naik ojek dan angkot rumah – sekolah pp, sudah sekitar Rp 20,000 per hari di luar uang jajan anak kelas 1 SMA. Sementara jika menggunakan motor, cukup membayar bensin 1 lt per hari. Jadi, saving yang didapat sekitar Rp 15,000 per hari. Jika sebulan ia bisa saving sekitar Rp 300,000, maka kurang dari 3 tahun, biaya pembelian motor sudah akan impas…., suatu pay back period yang cukup singkat !!! Dan motorpun masih memiliki book value yang lumayan tinggi !! Cuma satu hal yang mesti dia ingat : ia tidak boleh ngebut dengan motornya, dan harus waspada dengan banyaknya orang yang merampok motor dan menghipnotis calon korbannya agar dapat merampas motor.

Pernah pada suatu ketika anakku menghilangkan kunci kamar yang kupercayakan untuk dibawanya, sehingga membuatku memanggil tukang kunci ke rumah dan mesti membayar Rp 75,000 untuk jasa tukang kunci tsb. Maka dengan penuh ketakutan, anakku meminta maaf padaku, dan memintaku untuk memotong uang jajannya sehari Rp 2,500 hingga akhir Juli ini.
Dengan kejadian ini, kuharap ia bisa lebih berhati – hati menyimpan barang.

Anakku yang di SMA, sudah kuberikan uang saku mingguan. Dan apabila tiba – tiba ia ingin memuaskan keinginan main online games, aku akan katakan, bahwa ia dapat mengambil dari uang saku mingguannya. Tidak ada lagi uang ekstra yang dapat diminta dariku. Maka jika ia ingin main games, ia bisa menghemat uang jajannya dengan cara : membawa bekal makanan dari rumah.

Kemampuan mengelola uang dapat ditanamkan sejak dini, agar anak dapat membedakan mana yang menjadi prioritas dan bukan.
Juga tak ada keinginan akan kepemilikan barang, yang dapat dipenuhi secara instan,..apalagi untuk barang – barang mahal,.ia harus mau menabung,...menunggu sekian lama hingga ibunya mempunyai uang cukup.

Cilandak – waktu istirahat siang -,
8 Juni 2006, 12.10

Monday, June 05, 2006

MENJADI YANG LANGKA



(terima kasih, Al,...untuk menuliskan puisi yang menyentuh dan begitu 'dalam')

Dear ibunya Aya.......... (orang yg baru dikenal tapi terasa spt puluhan tahun)

"betapa indahnya mampu menjadi yang pandai bersyukur"
begitu lantunan nasihat lembut kerap hinggap, sebelum terlelap
satu diantara puluhan lainnya, rapat terkemas dalam asa kanak-kanak
melayang dalam bayang temaram lampu minyak

duhai ibu,
ketika sekeping tawa harus ditemukan dalam kesuraman hutan nan jauh
saat ketulusan adalah sekedar usap lembut helai rambut
kuingin hadir disaat senyummu terlahir

mimpi itu senantiasa terbentang, kala semesta semakin mengajariku
bahwa lakon yang kuperankan hanyalah ba' potongan-potongan gambar
yang tak pernah lengkap.....
dan terus kususun sejak jemariku masih lentik menggemaskan

gambar itu belum juga lengkap kini
meski wujudnya mulai terbentuk
nuansanya yg masih samar
tawarkan pesona dalam rona tujuh warna

mahkotaku akan segera kelabu kelak
seraya gesit gerakku akan bertambah lamban dari sebelumnya
namun setindakpun tak kan kubiarkan
langkahku surut ditelan hiruk pikuk sombong dunia

biarkan kulepas penat sejenak
pada tempat yang biasa kupilih
dimana tak satupun keniscayaan fana
mampu menjamah dan menyakitiku

bila ufuk timur kembali memerah
lengking wibawa kokok sang jago membahana
menghantar kelopak mata malas membuka
kan kulafalkan lagi syair yang kusuka

tentang kau ibu.......
tentang sederet orang-orang yang kukasihi
tentang bening dan tulus cahaya mata
dan,

aku bersyukur dapat hadir di tengahnya

Al,
pojok lantai 7 pejambon, 5 juni 2006

BIARKAN IA PERGI


Buat Al

Tak ada yang perlu disesali dari kemarin
yang berujung pada pertemuan tak sengaja
di hening malam ditingkah swara jengkerik

Jangan tanya mengapa sapa tulus itu
jadi sesuatu yang dirindu….

Tak perlu berduka,
jika akhirnya tak lagi kudengar sapa itu,
kar’na kau memilih menjadi sang pengembara :
tinggalkan rumah ugaharimu
arungi luas samudra,
melintas lima benua,
mencari yang tiada

Biarkan aku melepasmu dengan senyum
agar ringan kau melangkah
menata hari – harimu
dan menyongsong esok menjelang

Cilandak, 5 Juni 2006
11.15 am

MEMILIH PASANGAN HIDUP : BAGI ORANG INDONESIA & ORANG BARAT


Lain ladang lain belalang


Di Indonesia, pernikahan bukanlah melulu urusan dan keterlibatan 2 sejoli anak manusia. Rencana pernikahan hanya dapat digulirkan, jika ijin restu menikah telah datang dari ‘keluarga besar’ ke 2 belah pihak. Di Indonesia, jika seseorang memutuskan menikahi pasangannya, maka itu artinya ia tak hanya menikahi calon istri atau suaminya saja, tetapi juga telah me’nikah’ dengan keluarga besarnya, di’terima;’ di lingkungan keluarga besar tsb.

Bahkan di suku tertentu, seperti yang terjadi pada mantan sekretarisku, dia terpaksa memutuskan hubungannya dengan mantan pacar – pacarnya, hanya karena si mantan ini tidak sesuku dengannya. Sementara adat matriarkhat yang kuat dari sukunya, memaksanya untuk tak bisa keluar dari adat yang menjodohkannya dengan pria sesuku, yang masih memiliki hubungan darah dengan keluarga besarnya.
Kini, ia belajar mencintai pria yang dinikahinya melalui perjodohan tetua itu.
Menikah dengan pria atau wanita dari suku lain menjadi pilihan terakhir dari suku ini.

Banyak cerita seseorang yang saling mencintai, terpaksa urung menikah karena orang tua salah satu pihak tak setuju anaknya menikahi pacarnya, dengan banyak pertimbangan, terutama : bibit, bebet, bobot. Faktor lain yang menjadi penentu si kelaurga besar(baca : orang tua) memberikan hak vetonya, yaitu apabila si wanita lebih tua daripada prianya, atau si pria lajang yang belum pernah menikah (bukan perjaka ‘ting – ting’,.karena ‘ting ting’ cuma ada di ‘ting ting gepuk’ !!) memiliki pacar janda beranak sekian,..maka persepsi negatif akan muncul,…dan timbul suara yang menyiratkan seolah – olah si pria ini tak mampu lagi mencari calon pasangan hidup yang lebih baik : banyak perempuan yang masih perawan di luar sana, kok malah cari yang sudah bekas pakai dst…, dan pandangan seperti ini umum terjadi,

Sehingga di Indonesia, perkawinan adalah sebuah kompromi : karena takut menjadi Malin Kundang anak durhaka, maka restu orang tua terutama pihak ibu, akan menjadi faktor penentu. Tanpa restu orang tua, jangan harap seorang pria berani terus melangkah ke jenjang perkawainan bersama wanita idaman hatinya.
Tak ada yang salah dengan model pria yang tak berani mengambil resiko, bahkan untuk hal – hal yang menyangkut masa depan dan kebahagiaan sepanjang sisa hidupnya.
Bisa jadi, pria model ini akan bolak balik menemui ibunya sambil bergonta – ganti membawa wanita yang dipacarinya. Apabila si Ibu tidak memberi lampu hijau,.maka si wanita akan ditinggalkannya, begitu seterusnya.

Sementara di barat, menikah merupakan sesuatu yang benar – benar personal, dan tak ada urusan dan keterlibatan dengan keluarga besar. Si pria bisa saja benar - benar tak memerlukan pendapat orang tuanya, karena mereka merasa, yang akan menikah dan menjalani pernikahan adalah mereka, dan bukan orang tua mereka. Susah senang akan mereka jalani berdua.
Sehingga posisi orang tua di sini pasif : cukup sebagai orang yang menyaksikan upacara pernikahan itu sendiri.
Seperti yang terjadi pada temanku, wanita Indonesia yang pacarnya orang bule hanya melalui telpon menginformasikan kepada orang tuanya di Jerman, bahwa 3 hari lagi ia akan menikahi pacarnya di Jakarta. Dan restu melalui telpon dianggap cukup.

Latar belakang dan perbedaan budaya membuat keputusan yang diambilpun bisa jauh berbeda.

Di atas toll PI,
5 Juni 2006
08.15

Friday, June 02, 2006

MONOLOG SUNYI :


















Kepada Al

Ketika sepi menyergap,
sunyi menjalar di sekujur urat – urat darahmu
dan hari tak lagi ramah menyapamu :
seperti daun – daun di ranting pepohonan
luruh satu – satu seiring asamu yang memudar…
Terlintas tanyamu :
Inikah pengembaraan panjangku ?
Bergumul dengan hampa, sunyi dan sepi ?

Al,…
Bukankah ketika kita terlahir di dunia,
T’lah ada perjanjian dengan Sang Khalik ?
Bahwa kita mesti menerima dan mensyukuri
Senang dan sedih yang kita alami,
Yang cuma sebatas serambut dibelah tujuh perbedaannya :
sama – sama cobaan dariNya

Senang menyadarkan kita
agar tak larut dalam gelak dan tawa berkepanjangan
Senang mengingatkan kita untuk tawaddu’, rendah hati dan bersyukur
atas limpahan rahmatNya.

Sedih tak perlu berkepanjangan,
Kar’na sedih membuat kita semakin dekat dan kembali padaNya,
sadarkan kita akan makna ketakberdayaan manusia,
dan kita yang ternyata
‘bukan apa – apa dan siapa – siapa’ tanpa uluran kasihNya

Katakan ‘selamat tinggal’ pada masa lalu,..
Sambutlah hari ini sebagai hadiah terindah dalam hidupmu
Yang ‘kan kau warnai dengan bunga - bunga kebajikan
dan cinta bagi sesama

BNI, 2 Juni 2006
15.15
.

YOU’VE GOT A FRIEND


- Untuk mengingatkanku betapa berkahnya hidupku yang dikelilingi oleh kawan – kawan yang baik dan tulus bersama kita -

When you’re down and troubled
And you need a helping hand
And nothing, .. nothing is going right.
Close your eyes and think of me
And soon I will be there
To brighten up even your darkest nights.
You just call out my name,
And you know whereever I am
I’ll come running, oh yeah baby
To see you again.
Winter, spring, summer, or fall,
All you have to do is call
And Ill be there, yeah, yeah, yeah.
You’ve got a friend.

If the sky above you
Should turn dark and full of clouds
And that old north wind should begin to blow
Keep your head together and call my name out loud
And soon I will be knocking upon your door.
You just call out my name and you know where ever I am
I’ll come running to see you again.………….

(Lyrics by James Taylor)

Tentang S :
Sekali waktu, ketika aku sedang suntuk dengan semua permasalahan pekerjaan yang menuntutku untuk melakukan tindakan berdasarkan sense of crisis,….yang membuatku super tegang dan stress sampai menjurus pada depresi,..tiba – tiba aku bertegur sapa dengan teman chatku yang sebenarnya sudah cukup lama kukenal…tetapi selalu percakapan kita hanya sekedar percakapan super singkat dan basa – basi semata.
Apalagi dengan keinginannya untuk menggunakan bahasa Indonesia yang kadang tampak canggung,…karena ia non – Indonesia,..membuatku jadi tersenyum mencoba memahami makna kalimat yang diketiknya. Atau, jika ia sudah menyerah, maka ia akan terpaksa menggunakan dwi bahasa. Saat itu kukenal ia sebagai orang yang easy going,…sesuatu yang membuatku terperangah, karena berlawanan dengan sifat diriku.

Ternyata pada saat stressku memuncak, maka ia justru menjadi penolongku,. mengajariku bagaimana menurunkan tensi stress, ….mencontohkan bagaimana melawan fobia gelap,..dengan mengajakku ke tempat sunyi, sepi, di keheningan malam,…..tak ada suara – suara selain gesekan daun dan suara jangkrik di perbukitan Sentul dan Cibubur. Aku dilatihnya berjalan di kegelapan dan keheningan,…melawan rasa takutku yang timbul karena 2 hal :
v berdua hanya dengan orang yang baru bertemu sekian menit yang lalu,…sementara nasibku tergantung dan kuserahkan padanya. Ia bisa melakukan apa saja kepadaku,…karena kami berada di jalanan gelap., sunyi, sepi di tengah bukit dan semak di Sentul…Tak lepasnya mulutku komat – kamit berdo’a agar dilindungi olehNya, dan tak hanya pulang nama belaka. (sorry S,.. buat menyangsikan niat baikmu,.karena hidup di Jkt membuat kita paranoid !!)
v Takut terhadap gelap malam, tanpa pendaran cahaya lampu sama sekali dan hanya diterangi cahaya rembulan. Ini ketakutan yang lebih dikarenakan kisah kisah misteri penampakan di TV.
Kedua ketakutan ini memaksaku untuk tidak dapat berkonsentrasi atas pertanyaan yang ia lontarkan dan menjawab pertanyaannya tidak berdasarkan apa yang aku lihat dan rasakan,. Tetapi berdasarkan apa yang aku imajinasikan,.hingga ia berkomentar : kamu telah terbiasa melupakan hal – hal yang sederhana, dan bahkan berpikir terlalu jauh dan kompleks untuk sesuatu yang bisa diselesaikan dengan cara sederhana. Aaahhh,..komentar dia membuatku malu…Kadang kita terlalu jauh mencari jawaban atas suatu pertanyaan, yang sebenarnya jawabnya ada di dalam diri kita sendiri.

Sejak saat itu,..ia menjadi salah satu teman terbaikku. Setiap ada sesuatu masalah yang kuhadapi, terutama yang menyangkut pekerjaan dan management, ia akan siap memberikan pandangan – pandangannya secara bebas. Selain karena bidang pekerjaannya yang bersinggungan dengan berita terkini tentang Indonesia, membuat ia sangat memahami apa yang tengah terjadi di dunia elite Indonesia, budaya orang Indonesia, kebiasaan – kebiasaan mereka, sehingga ia suka meledekku sebagai “orang Indonesia yang tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi di Indonesia, dan tak melihat betapa banyaknya hal abu – abu di negaraku.”

Tentang Y :
Di tempat kerjaku, ada seorang temanku, yang benar – benar menjadi sahabatku. Dari ia masih selevel denganku, hingga menjadi direct reportku,..ia adalah sahabat sejatiku. Dan mengagumkan.,...saking ia beranggapan bahwa aku sudah seperti saudaranya,.ia sampai menggunakan nama dan alamatku sebagai orang terdekat yg harus dihubungi jika terjadi sesuatu dengannya (waah giliran mengisi lembar kartu kredit dan surat jaminan hutang,. maka aku yang disebut namanya !! Coba kalau dapat nomor undian, disebutlah nama lainnya !! )

Tak berhenti sampai di situ, jika kita sama – sama bertugas ke luar kota atau negeri,maka istrinya akan menelponku,wanti - wanti menitipkan temanku ke aku., dan memintaku menjaganya agar tak ‘bermain mata’ dengan cewek lain.

Sambil bercanda, kukatakan bahwa karena ia bukan type idealku,.meskipun kita bertemu 100x sehari dan pergi makan bareng, diskusi bersama, dsb, kita tak perlu merasa khawatir akan timbul perasaan lain, selain sebagai teman sejati...(garansi deh !!! tidak akan menjadi TTM). Ia benar – benar tahu segala sesuatu yang terjadi pada diriku dan keluargaku sejak belasan tahun yang lalu..., dan selalu siap mendengar kisahku, tanpa aku takut hal ini sampai ke telinga orang lain.

Tentang A :
Seorang teman chatku dari Itali, yang kukenal dengan baik, selama hampir 5 tahun, tanpa pernah bertemu muka, dua tahun yang lalu benar – benar menjadi ‘penolong’ adikku perempuan yang saat itu menjadi back packer selama sebulan berkeliling Eropa seorang diri. Si A ini tinggal di Roma,..kota yang strategis menjadi daerah tujuan wisata dan basis sebelum melanjutkan tujuan ke kota – kota indah lainnya di Eropa. Selama beberapa hari adikku tinggal di Roma, maka temanku inilah yang selalu berkomunikasi dengan adikku, memberikan informasi berguna mengenai tempat – tempat wisata dan juga transportasi umum di sana, plus ia sampai bersedia cuti sehari dari tempat bekerjanya, hanya untuk dapat mengajak adikku berkeliling Roma dan mentraktirnya makan malam ,..dan malah menawarkan adikku untuk bermalam di kamar apartemennya yang mungil – yang ditolak oleh adikku karena ia sudah menggunakan jasa agen perjalanan untuk akomodasi hotelnya -. Bahkan sebelum adikku meninggalkan Roma,..temanku ini menitipkan kalendar untukku, yang berisikan gambar – gambar pemandangan di Italy, untuk menarik minatku agar satu hari bepergian ke sana…..

Tentang D :
Dia ex teman kantorku, yang juga sahabatku. Kami berbeda bagian, tetapi saling melengkapi. Jika aku memiliki masalah pribadi atau pekerjaan, maka aku bisa leluasa berbagi dengannya untuk meminta pendapatnya, tanpa takut masalahku akan disebarkan ke orang lain, dan demikian pula sebaliknya.

Komentar – komentarnya yang terus terang, membukakan mataku agar tak terlalu ‘innocent’ menghadapi berbagai topeng musang berbulu domba di dunia ini

Teman sejati meringankan penderitaan dan kesedihan kita,…mendukung kita di saat kita susah,..dan tak pernah meninggalkan kita,…seburuk apapun keadaan kita. Teman sejati membuat hidup kita bermakna,…bahkan kadang ia seperti telah menjadi saudara kita.

BNI, 2 Juni 2006
14.05

BELAJAR MELAKUKAN DAN MENERIMA HAL YANG TAK KUSUKAI


Aku spesial membeli MP3 lagu – lagu Arab, dan mendown load musik tabla India dari internet, plus musik keroncong. Akhir – akhir ini aku mencoba mendengarkan, men’cerna’ dan me’nikmat’i lagu dangdut, lagu arab dan padang pasir, sampai lagu – lagu blink 182nya anakku.
Apakah aku penggemar jenis lagu yang kusebutkan di atas ? Tidak sama sekali ! Aku bahkan merasa ‘asing’ dan ‘berat’ untuk mendengarkan jenis musik tsb di atas.

Aku memiliki alasan khusus di balik semua hal yang kulakukan ini. Kusadari, ini merupakan proses yang luar biasa menantang dan tingkat kesulitannya tinggi. Tapi coba kulawan, karena aku sadar dalam kehidupan kita sebagai manusia, disadari atau tidak, kita akan selalu berhadapan dengan hal – hal yang tidak kita sukai, di samping yang kita sukai. Dan kita takkan mampu menghindarinya. Syukur jika kadar atau porsi hal yang tak disukai ini rendah .

Bagaimana bila kadar hal yang tak disukai ini tinggi sehingga potensial menimbulkan stress ? Misal, jika kita bekerja dengan teman yang cenderung selalu mengeluhkan segala sesuatu, tanpa membantu mencarikan jalan ke luar, atau kita bekerja di lingkungan yang tak sesuai dengan latar belakang budaya dan nilai – nilai kita (misal : jika bekerja di suatu tempat, yang untuk mendapatkan order atau tender, memaksa perusahaan tsb melakukan entertainment kepada calon client sampai di ‘tempat tidur’, dsb. Hal ini terutama terjadi pada perusahaan B2B), atau kita tak cocok dengan boss dan lingkungan kita. Semuanya memerlukan adaptasi dan fleksibilitas yang tinggi tanpa perlu mengorbankan dan menggadaikan nilai – nilai diri kita. Maka, kemampuan berdamai dengan hal – hal yang tak disukai, menjadi penting, agar kita tak dirundung stress berkepanjangan

Apakah menerima hal yang tak disukai hanya terjadi di tempat kerja saja ? Tidak.
Bahkan ketika kita berinteraksi dengan orang – orang terdekat dan tercinta kita,…seperti anak dan pasangan hidup kita,..maka kita mesti menerima hal – hal yang tak kita sukai ini sebagai ‘satu paket’ dalam diri mereka. Jangan berharap untuk mengubahnya…sepanjang hal ini bukan hal yang merugikan jiwa mereka : seperti misalnya narkoba.
Mulai dari kebiasaan membuang puntung rokok di mana saja,…membiarkan baju seragam berceceran di dekat meja komputer, main bass gitar di tengah malam,..sampai berargumentasi dengan gaya pokrol bambu khas anak SMA yang menyebalkan.., hingga anak laki – lakiku kujuluki sebagai calon pengacara.

Tetapi, begitulah hidup !! Termasuk membiarkan dan membebaskan anak – anakku untuk memilih masa depannya. Pada mulanya – sebagai ibu dengan latar belakang pendidikan IPA dan Teknik – aku merasa shock, ketika anak laki – lakiku dengan bangga mengatakan, dia ingin memilih bidang studi IPS atau bahkan Bahasa.
(Bandingkan dengan di masa lalu,.ketika aku dibriefing 2 hari 2 malam oleh ke-2 kakak laki – lakiku, agar aku memilih jurusan IPA dan melanjutkan ke jurusan Teknik , hingga aku mengubur dalam – dalam keinginanku menjadi diplomat ataupun ekonom.)

Dengan riang, dia katakan bahwa ia ingin kuliah di IKJ, mengambil jurusan desain grafis….Wusssss, yang langsung terbayang di benakku adalah segala ke’nyentrik’an seorang seniman !! Sekarangpun anak laki – lakiku ini sudah cukup aneh, dengan kebiasaannya yang selalu tidur larut tengah malam setelah bermain bass gitar dan kuat begadang di akhir pekan, sementara dia akan terbangun tengah hari.

Tetapi lambat laun aku bisa menerimanya dengan lapang dada. Karena kutahu,..anakkulah yang akan menjalani masa depannya. Tak adil apabila aku memaksakan kehendakku, jika ternyata hal itu tak membuatnya bahagia !!

Demikian pula dengan putriku yang begitu cinta membaca komik Jepang dan segala bacaan teenlit,…dia pernah bertutur, ingin menjadi pemain biola handal, penulis cerita manga, pelukis dan psikolog !!

Aku tak henti tersenyum, karena menyadari bahwa ternyata fungsi otak kanan anak – anakku lebih kuat dibanding otak kirinya ,…dan ini kebalikan diriku !!
Cukuplah satu insinyur di rumahku, dan biarkan anak – anakku menjadi pekerja seni, jika ini membuat mereka bahagia dengan pilihannya.

BNI, 2 Juni 2006
12.45

BELAJARLAH MEMBERI….


Belajarlah untuk memberi……
Setelah berpuluh – puluh tahun,
setiap detik yang kau lalui dalam kehidupan adalah karuniaNya ….
yang Maha Pemurah dan Pemberi ….
Engkau diberiNya penglihatan agar dapat melihat yang baik, dan benar….
Bukannya melihat dan me’nikmat’i keburukan dan kezaliman
tanpa dapat berbuat sesuatu apapun ….
Engkau diberiNya pendengaran agar dapat mendengar seruan kebaikan dan kebenaran
Yang dilantunkan melalui ayat – ayat suci dan ajaran kebenaran
Bukannya mendengar dan me’nikmat’i pergunjingan, caci maki dan fitnah….
Tanpa mampu menghentikan mereka dan melarangnya….
Engkau diberiNya mulut agar dapat berbicara yang baik dan benar,
melantunkan ayat – ayat suci, melarang orang berbuat munkar dan
menyerukan pesan perdamaian…..
Bukannya berkata kotor, penuh caci maki, gunjing, dan fitnah…

Bukankah hidup ini dalam keseimbangan, sehingga tak hanya menerima limpahan
Dan luapan karunia Allah semata ?
Saatnyalah untuk lebih banyak memberi pada sesama,…
Memberi tak hanya materi, tetapi juga berbagi ilmu pada orang lain, mewartakan kebenaran, menunjukkan kasih sayang kita pada kaum dhuafa

11 Nov 2005
22.00

Thursday, June 01, 2006

EXPECT UNEXPECTED


It was a long time a go since I updated my last blog last December.

I didn’t have any intention to forget my blog, as it really helps me to release my stress. But, the situation I faced in the last 5 months, forced me to keep all incident and event happened in my life as a very personal thing that I can’t share it in my blog .

Finally, it was dooms day in my life, when the company I worked for, decided to cease its operation in Indonesia.
It was started end of last year when I – as a leader of my department – got the very confidential information regarding this fact, and I have to plan critical actions to minimize risk of penalty by our 3rd party, either from vendors, forwarders, etc.
As this was very secret and confidential thing that I could not share to others – as out of hundreds associates, only 5 people knew this information - it was not an easy thing for me to act as if ‘nothing happened’ by only giving instructions to my managers to do several critical actions without giving enough information, that made them questioning the reason behind my instruction . It seems that I did a silly thing and became a stupid leader who can not answer their questions. While actually the decision we made was not under our control anymore. It was decided by global management, and we just followed their decision.

Coz we have to do actions that impacted to our 3rd party and associates, then there were many rumors issued by them, as they could feel ‘different work atmosphere’ and sense of ‘biz as unusual’ . The feeling of ‘something wrong’ will happen also can be felt by blue collar workers who felt that their work activities became less than usual situation. Everytime I closed my door and had confidential meeting with the committee, the rumors will raise. But , they didn’t know exactly what kind of scenario will happen.

All these uncomfortable situation that I had to keep silent with some unsual and questionable critical actions, beside the fact that so many associates – especially the biggest one, hundreds were in my department – will lost their job, include myself, made me stress and depression. Another fear, if there were unsatisfied associates who will do demo during closing announcement on D-day. But I tried to eliminate it, as the company followed Act no 13/2003, article # 164 of Ministry of Manpower regarding severance payment and chose the most generous package.

All depression and stress symptoms phisically appeared, from hyper tension - while actually I tend to have hipo tension -, difficulty to breathe, disorientation for a few seconds, etc.
As it happened several times in a very short period, one and a half month, while it will ruin my body, then I decided : ENOUGH IS ENOUGH !!! None of bad event in my life can badly affect me mentally and physically.

Then I learned that we have to EXPECT UNEXPECTED, prepare ourself to accept unexpected,… as once it happened, I have to be sure that I can bear it, as God will always help me to overcome this such situation.

On the way to Kuningan, June 7, 2006
07.45 am

Saturday, December 24, 2005

MENGAPA KAU KEMBALI HADIR ?


Mengapa kau kembali hadir mengusik hari – hari sepiku ?
Mengapa kau tak lenyap bersama kilatan senja di pantai ?
Tujuh purnama bukanlah waktu yang panjang untuk melupakanmu
Bagiku kau seperti tetesan air yang tergerus pasir pantai..
Sejenak menyejukkan sebelum akhirnya hilang tak berbekas

Bukankah kita semua telah berubah :
Sadar akan kesalahan dan kedunguan yang diperbuat
Masa lalu tak dapat diubah
Masa depan dapat diperbaiki..
Dan aku tak ingin kembali ke pusaran kepahitan masa lalu..

Biarkanlah aku bersama sepiku
Menyambut masa kini
Merajut hari mendatang dengan tatap ke depan

BNI , 24 Des 2005

Sunday, December 18, 2005

SUARA HATI DARI YANG TAK PERNAH TERLAHIR


Untuk memperingati hari Ibu 2005, juga kepada calon ibu : para perempuan korban cinta terlarang, yang secara sadar memilih abortus demi masa depan dan meniadakan rasa malu…

Dalam tidur malam yang panjang,
Seorang lelaki paruh baya mengigau dalam hening :
” Mengapa kau sia – siakan benih yang kausemai di rahim Ibuku,
Kaubunuh aku sebelum sempat tumbuh menjadi janin
Tak kau beri aku kesempatan terlahir menjadi bayi lucu,
dan besar sebagai anakmu yang kelak memanggilmu ‘Ayah.’

Mengapa kau enyahkan bukti cintamu pada Ibuku,
Kau puas hanya menikmati kemolekan ragawi Ibuku,
Kau lampiaskan nafsu syahwatmu di atas lekuk liku tubuh Ibuku
Yang kau ingat saat itu hanya desah nafas dan erang penuh nikmat,
Di sela peluh yang membanjir dari sekujur tubuhmu
. ”

Dalam pejam mata di sepertiga pagi,
Seorang perempuan muda mengigau seperti dikejar bayang ketakutan :
“Mengapa kau enggan membiarkan aku hidup, Bunda ?
Mengapa kau hilangkan jejak benih calon ayahku di rahimmu,
Mengapa tak kau sayangi aku seperti engkau menyayangi laki – laki itu,
Yang membutakan mata hatimu dan memenjarakanmu dalam cinta durhaka

Mengapa tak kau beri aku waktu untuk tumbuh menjadi janin sempurna,
Hidup di rahimmu selama sembilan bulan sepuluh hari,
Sebelum terlahir ke dunia dengan tangis kencang
Dan suatu hari memanggilmu ‘Bunda’..”


BNI – 18 Desember 2005
15.15

SURVIVAL SPIRIT


Aku terharu ketika mengetahui seorang temanku yang biasa mengendarai mobil, beralih mengendarai motor, karena dengan cara itu ia bisa berhemat 87%, dari Rp 52,500 per hari menjadi hanya Rp 6,750 .

Demikian pula salah satu karyawan, yang ketika kutanya mengapa tidak pernah menggunakan mobilnya lagi, ternyata ia mengatakan, ingin berhemat sekaligus beramal membantu orang lain, yaitu sesama karyawan di bagian lain yang menyediakan jasa antar jemput dengan sepeda motor (istilah keren dari : ojek). Dengan biaya Rp 300,000 sebulan, si karyawan dari rumhanya di Cilandak, mengambil penumpang ke Bintaro, mengantarkannya ke Cilandak dan kemudian sore hari sepulang kerja, ia mengantarkan kembali ke Bintaro. Dan tarif Rp. 300,000 sebulan ini terasa amat murah, karena jika di rata – rata sebulan ada 20 hari, maka sehari hanya merogoh kocek Rp 15,000 saja untuk Bintaro – Cilandak pp !!! Padahal jarak tempuhnya cukup jauh , bisa 70 km pp. Dan si karyawan yang sekaligus tukang ojek ini mesti menempuh rute dobel , pp dari Cilandak ke Bintaro , ia bermuatan kosong, tak membawa penumpang, Bintaro – Cilandak membawa rekan kerjanya. Kemudian sorenya, dari Cilandak ke Bintaro membawa rekan kerjanya, dan dari Bintaro ke Cilandak tak membawa penumpang. Dari kalkulasi kasar saja tampak bahwa ia perlu 2 liter bensin yang setara dengan Rp 9,000 setiap hari. Tampaknya ini bukan bisnis yang menguntungkan, dan hanya menghasilkan laba yang sangat tipis !! Tetapi ternyata ia tak sebodoh itu. Rumah rekan kerjanya di Bintaro, ternyata berdekatan dengan kampus, sehingga banyak mahasiswa yang membutuhkan jasa ojek. Saat mengantar pulang rekan kerjanya, ia manfaatkan untuk mengantar mahasiswa yang ingin pergi ke Blok M atau ke arah yang satu jurusan dengan lokasi rumahnya. Dari sana, ia mendapat penghasilan tambahan lagi.

Apa yang menggerakkan si karyawan ini untuk mendayagunakan motornya yang masih dikredit dan mengoptimumkan utilisasi dari motornya, tak semata hanya sebagai alat transportasi dirinya saja ? Ternyata survival spirit yang ada dalam dirinya, telah mampu mengalahkan rasa kantuk, segan, malasnya untuk bangun pagi. Dan sebelum berangkat menjemput rekannya, ia juga sudah menjadi ojek dari karyawan lain yang tinggal tak jauh dari tempat tinggalnya. Cara ia berpromosi memasarkan dirinyapun cukup bagus. Ia membuat flyer yang dibagi – bagikan ke rekan – rekan kerjanya, dan memasang iklan : “Anda butuh antar jemput ? Kami bersedia mengantar anda sampai tujuan dengan selamat, dengan menggunakan motor baru. Hubungi : XXX di no HP : YYY.”

Ia menggunakan teknik jemput bola,..tak ingin hanya pasrah menunggu nasib di tahun depan, di mana karena dampak kenaikan BBM, sudah 109,000 orang di Indonesia yang terkena PHK dan menambah banyak barisan pengangguran di negeri ini. Ia sudah mempersiapkan diri sebaik – baiknya menghadapi situasi tak pasti, dengan mulai membiasakan diri mendapat penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingannya.
Ia adalah contoh pekerja krah biru yang tak hanya berdiam diri saja, tetapi telah siap menghadapi scenario buruk yang mungkin terjadi…

Survival spiritnya tumbuh mengalahkan rasa cemas dan memunculkan ide kreatifnya untuk mendapat penghasilan tambahan dan melatih keuletan serta ketangguhannya menghadapi hidup yang makin tak ramah….


BNI, 18 Desember 2005
11.15 am

TAHI KAMBING RASA COKLAT :


Perasaan hati dan neuro transmitter

Kita sering beranggapan bahwa rasa yang ditimbulkan makanan yang kita makan adalah murni hasil dari bahan baku dalam makanan olahan tersebut.
Padahal, pada kenyataannya tidak seperti itu.
Sering kita mencoba jenis makanan yang baru, di suatu restoran. Kesan pertama yang timbul, enak sekali. Sehingga kita ingin lagi datang dan kembali di kesempatan lain. Setelah kembali untuk ke -3, 4, 5 x dst, bisa jadi sensasi rasanya tak seheboh seperti pertama kali kita mencobanya. Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Suasana hati akan mempengaruhi rasa makanan :
Jika kita sedang bersedih, maka makanan seenak apapun, akan terasa tak enak di lidah kita. Bisa jadi kita mengatakan makan I fu mie serasa makan tempe goreng tanpa garam. Porsi yang biasanya habis kita lahap, bisa tersisa setengahnya, karena kita kehilangan selera makan. Ini bisa terjadi pada orang yang patah hati, atau kehilangan orang terkasihnya karena meninggal.

Kesan yang timbul dari mengecap makanan, tak melulu hanya dari rasa makanan itu saja, melainkan juga dipengaruhi oleh suasana hati orang yang sedang makan tsb.
Hati akan mengirim pesan ke otak, bahwa mood yang baik dari orang tsb, kegembiraan yang meliputi suasana hati, membuat pesan yang sampai ke otak adalah : rasa masakan tsb enak.

Demikian pula makanan yang diberi MSG (mono sodium glutamate) yang berfungsi untuk memperbaiki rasa (flavor enhancer), maka pesan yang sampai di otak kita : makanan tsb. terasa lebih enak, sekalipun sebenarnya si pemilik restoran atau tukang bakso menggunakan bahan baku yang inferior dan terbatas bumbu – bumbunya, sehingga pada akhirnya dapat menaikkan marjin keuntungannya. Penggunaan MSG saat ini sudah amat berlebihan dan tidak baik bagi kesehatan. Semua masakan Cina menggunakan MSG, dan tak cukup hanya mengandalkan kekuatan bawang bombay dan bawang putih plus garam saja. Semua junk food : burger, ayam goreng, dll, juga mie instant menggunakan MSG dengan kadar yang cukup tinggi. Masakan siap olah seperti frozen sausage, chicken nugget, bakso, dll semuanya menggunakan MSG. Bahkan membuat sambalpun mesti menggunakan MSG. Rujak, gado – gado dan tempe tahu di iklan TVpun menggunakan MSG. MSG ini dapat terbungkus sebagai bumbu masak lain, yang menggunakan MSG sebagai salah satu bahan baku atau ingredientnya. Film yang diperankan Jane Fonda di tahun 1978, “China Syndrome” menunjukkan bahaya MSG yang kita konsumsi, dalam tubuh kita : dari pusing dan berat di tengkuk, rasa haus berlebihan yang timbul sesudah makan masakan dengan MSG. Jadi, bisa dibayangkan, semakin sering kita makan di luar, semakin tak terkontrol asupan MSG yang terakumulasi di tubuh kita. Boleh saja kita meminta kepada tukang bakso atau penjual nasi goreng keliling untuk tidak menggunakan MSG,..tetapi sebenarnya bahan dasar yang mereka buat, yang sudah tercampur dalam kuah bakso, atau bumbu dasar sambal nasi goreng, sudah mengandung MSG…, sehingga permintaan kita hanya sekedar mengurangi penggunaan MSG dalam makanan jajanan kita, tetapi tak dapat meniadakannya sama sekali. Bahkan sebuah merek terkenal dari Belanda “xxx..block” yang berbentuk kubus kecil, untuk membuat kaldu sapi atau ayam, juga menggunakan MSG sebagai bahan bakunya. Penggunaan MSG dari sisi produsen dan konsumen merupakan industri multi milyard USD ….

Aku tak pernah menggunakan MSG sejak puluhan tahun yang lalu . Karena aku percaya, tanpa MSG, sepanjang kita ‘berani’ menggunakan bumbu (bawang merah dan putih)
dalam jumlah banyak, dan takaran bahan lainnya pas, maka rasa makanan itu akan enak dengan sendirinya.

Makanan akan mempengaruhi suasana hati kita :
Orang yang sedang jatuh cinta, akan merasakan semua makanan sebagai sangat enak, sehingga cenderung makan secara berlebihan dibanding biasanya. Tak heran jika almarhum Gombloh sampai membuat lagu yang liriknya bertutur “Tahi kambing rasa coklat”,.untuk menunjukkan bagaimana suasana hati orang yang sedang bahagia, akan mengubah makanan yang seharusnya berbau busuk, sebagai rasa coklat yang enak.

Jika tadi suasana hati dapat mempengaruhi rasa makanan, sehingga pesan yang sampai di otak : makanan tsb enak, maka hal sebaliknya juga dapat terjadi. Kita dapat memilih makanan yang kita makan, untuk membangkitkan suasana hati kita menjadi berenergi positif : hati berbunga – bunga dan penuh rasa cinta.

Coklat mengandung theobromine, yang mengandung khasiat seperti caffein. Juga mengandung phenylethilamin yang membuat serotonin dalam tubuh kita aktif berproduksi, menumbuhkan rasa gembira dan cinta, sehingga cocok dikonsumsi saat kita stress atau moody saat menstruasi.
Jadi, bisa dimengerti mengapa coklat dipilih sebagai hadiah khusus saat hari Valentine, karena sangat cocok untuk membangkitkan rasa cinta pasangan kita…..

BNI, 18 Desember 2005
10.30 am

TAK BISA PINDAH KE LAIN HATI


Ungkapan ini terasa pas mewakili kebiasaan konservatifku dalam memilih makanan saat makan di luar rumah.
Baik makan malam di restoran ataupun di tenda biru, bahkan saat bertugas ke luar kota atau negeri.
Aku hanya ingin merasa ‘aman’ dan mengurangi resiko kecewa karena rasa makanan yang tak bisa diterima lidahku. Padahal tak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru. Tokh jika tak memuaskan selera kita, sanksinya sederhana saja : cukup sekali datang ke sana, dan tak perlu kembali lagi !! Sederhana, kan ??

Setiap menjemput anakku seusai les ballet, jika perut sudah lapar, aku akan memutuskan makan bakwan pitu, atau pergi ke tenda biru nasi uduk bang John di Sektor IX. Padahal, di tenda biru belakang McD, bertebaran begitu banyak warung makanan, dari selera Indonesia, Jepang sampai Barat. Tokh yang kupilih selalu makanan yang itu – itu lagi.
Sekalipun sudah direkomendasikan oleh seorang kawanku untuk mencoba mie Aceh, begitu tahu bahwa campuran bumbunya menggunakan rempah – rempah seperti masakan Arab yang kuat rempah – rempahnya (padahal aku tak suka segala bumbu yang menyengat seperti pada nasi kebuli, kari India dsb ), maka aku memutuskan untuk tidak mencobanya.

Demikian pula jika berada di mall yang menjual segala macam fast food di food courtnya, maka aku akan memilih yang ‘pasti - pasti’ saja, seperti Bakmi GM, Hoka – hoka Bento untuk masakan Jepang, Es teler 77 untuk bakso Super Jumbonya, McD atau burger Arbys (Sekarang berganti nama menjadi apa,.aku lupa) yang luar biasa enaknya karena tampilan dan rasanya yang sama sekali berbeda dibanding burger pada umumnya. Arbys burger menggunakan daging asap yang berlapis – lapis dengan dressing saus yang berbeda, dan melted cheese yang benar – benar membuat kita merasa ‘mantap’ memakannya.

Di CiTos, resto favoritku yang menawarkan rasa yang pas di lidah untuk segala jenis makanan China : Eaton. Di sini resiko bisa diminimalisir, karena semua makanan rasanya enak, dari kwetiau goreng sea food sampai nasi goreng sunrise dengan potongan nanas - kecuali bakmi pangsit dan baksonya yang terasa ‘plain’ bila dibanding bakmi GM -. Di Eaton kita bisa memesan makanan tanpa MSG Tetapi Eaton adalah resto yang hanya enak untuk makan semata.. Kita tak bisa leluasa ngobrol karena tempatnya yang sempit, dan meja berdekatanpun bisa dibagi dengan orang lain, sehingga yang terasa adalah suasana yang hiruk dan obrolan basa – basi.
Selain Eaton ada juga Mango dengan dekorasi merah hitam dan tiruan pohon belimbing (?) di bagian depannya serta tetes air yang gemericik dari sela dinding batu. Mango adalah resto China cuisine, yang benar – benar yummi rasa masakannya, tetapi harganyapun jauh lebih mahal. Dari udang tabur wijen bumbu saus mayonnaise, hingga broccoli ca dagingnya excellent. Ini tempat yang cozy untuk bincang – bincang dengan rekan kerja atau bisnis.
Bila ingin makan berbagai pasta, dengan rasa khas Italy yang belum dimodifikasi sesuai lidah orang Indonesia, bisa memilih Izzi Pizza, yang menawarkan berbagai menu pizza dan spaghetti yang tak ditemui di fasfood pizza lainnya, kecuali di resto fine dining Itali di Kemang, seperti Toscana. Spaghetti favoritku adalah spaghetti dengan saus keju bechamel dan irisan daging asap tipis – tipis ditambah kacang polong/sweet peas,…aku lupa namanya,.tetapi rasanya tak terlupakan. Ditambah dengan ice caramel mocha, lengkaplah santap siangku.

Di luar itu, ada satu resto favorit, yang selalu jadi preferensi jika mesti mengantar tamu dari luar negeri, yaitu Padzzi, di Ampera Raya arah ke Kemang, yang menawarkan aneka sea food. Sapo tahu sea food, gurami goreng dengan sambal mangga, nasi goreng Jawa dengan trasinya, membuat tamu – tamu yang diajak, ingin kembali ke resto ini. Apalagi menu minumannya bisa mengajak orang lain bernostalgia, dari es dawet hingga es kopyor.

Jika di PIM, selain bakmi GM, bisa juga ke Kafe Mall, karena menawarkan beragam makanan dengan rasa yang semuanya dijamin enak, dan harga terjangkau. Dari udang saus mayonnaise, nasi goreng sea food, dim sum, chicken cordon bleu, hingga gindara steak.

Nah, bila di restoran yang bernuansa cafĂ©, aku lebih berani mengeksplorasi jenis makanan yang kupesan, karena aku tokh belum pernah punya pengalaman dengan rasa makanannya. Hal teraman adalah dengan menanyakan kepada pramusajinya, apa makanan spesial resto ini yang menjadi andalan dan unggulan, yang paling banyak dipesan pengunjung lain. Ini memang terkesan ‘me – too’ tetapi meminimalkan resiko kecewa. Bila kita sudah memiliki pembanding di luar, seperti nasi goreng terenak adalah GM, tentu akan makin berat bagi resto ini untuk dibandingkan rasa masakannya, karena dari awal kita sudah memasang standard dan ekspektasi yang tinggi.

Di Malang, dan Surabaya yang merupakan surganya jajanan atau makan di luar, aku tak bingnng memilih resto atau makanan pinggir jalan, karena semuanya enak. Itupun aku masih memiliki kecendrungan untuk kembali ke tempat yang sama setiap hari. Seperti ketika berada di Malang, aku akan kembali dan kembali lagi makan bakwan Kota Cak Man,..hingga aku diledek oleh teman – temanku satu team, ..’tiada hari tanpa bakso’,..atau kalau pas aku sedang ingin mengajak mereka makan,..ada catatan tambahan dari mereka : ‘boleh di mana saja, asal jangan bakso’,..hehe.
Ada satu kejadian tak mengenakkan ketika aku pergi ke resto Aloha, yang terkenal dengan Chinese seafoodnya, dan berlokasi di dekat Bandara Juanda. Aku sebelumnya sudah pernah makan di sini, dan semua masakannya enak. Ketika datang untuk ke-2xnya, tanteku mengingatkanku untuk menanyakan apakah masakan di sini halal, dan tercenganglah aku dengan jawaban yang mengagetkan dari pramusajinya : tidak dijamin, karena resto ini menyediakan masakan babi, dan peralatan masaknyapun tidak dipisah. Waah,..dengan perut lapar , terpaksalah kita keluar resto. Pernyataan konyol dari adikku yang menyesal karena tak jadi kutraktir : mestinya bertanyanya setelah kita selesai memesan makanan dan makan hingga kenyang,…hehe.

Bila ke Bali, aku lebih memilih masakan yang ‘aman – aman’ saja, yang pasti tak mengandung babi.., mengingat warga bali adalah non – Muslim. Sehingga pilihanku jatuh ke warung Padang atau ke warung Jawa yang menyediakan masakan rumahan, atau sekalian ke McD (McD lagi, McD lagi...!!). Pernah sekalinya aku ke Warung Made yang top itu,..karena sudah terlanjur duduk,..aku baru menyadari bahwa di antara pilihan menunya tersaji sate babi lilit, juga steak babi dsb. Waah,.keruan saja aku kehilangan selera…, karena tak ada yang menjamin bahwa berbagai masakan babi dan non babi ini dimasak di peralatan masak yang berbeda. Apalagi untuk steak dengan panggangannya !! Belum lagi disimpan di freezernya menjadi satu. Tetapi tak mungkin aku membatalkan pesanan, karena teman perjalananku bisa marah besar. Akhirnya kupilih salad dan grilled lobster yang aku juga tak yakin tak terkontaminasi babi dari panggangannya.

Di pesawat ke luar negeripun, jauh – jauh hari kita harus menginformasikan melalui agen perjalanan, bahwa kita memesan moslem food. Karena jika tidak, kita bisa kelaparan sepanjang perjalanan. Ini yang kualami sewaktu pergi ke Italy sekian tahun silam. Aku dan temanku hanya mengganjal perut dengan coklat selama 13 jam perjalanan !!

Jika kita sedang berada di luar negeri, maka kita pasrahkan pada teman kita yang memang penduduk asli setempat untuk memilihkan resto bagi kita. Atau jika kita berkesempatan untuk jalan – jalan sendiri, dan tak ada rujukan atau masukan dari teman yang penduduk asli, maka keleluasaan bisa jadi malah membingungkan kita. Seperti yang kujumpai saat berjalan di Green Belt – rangkaian 4 mall super besar yang tersambung menjadi satu di Makati, prime area di Manila -, aku bingung mencari makanan non babi. Orang Philippines adalah pencinta babi sejati. Hampir semua resto di mall menyediakan masakan yang mengandung babi. Pernah aku datangi Jolli Bee, Phils fast food resto terbesar di Phils, yang menyediakan hidangan semacam di McD (dulu pernah membuka outlet di Blok M di akhir ‘80an, tetapi akhirnya tutup), kutanya apakah selain menyediakan menu ayam, juga ada babi. Wah, dengan antusiasnya si pramusaji mengatakan ‘ada’. Seketika itu juga aku keluar resto tsb sambil menahan lapar. Akhirnya setelah berkeliling selama setengah jam, aku lagi – lagi memilih McD sebagai menu makan malamku, karena itulah yang teraman – no pork !! Pernah juga hari lainnya aku berputar – putar, dan berakhir dengan hanya mengganjal perutku dengan croissant dan danish pastry dan segelas cappuccino.
Sarapan pagipun menjadi ritual yang membuatku menderita, karena buffet hotel banyak menyediakan masakan babi. Roti yang mengundang selera dengan banyak parutan keju di atasnya, ternyata fillernya adalah daging babi !!! Jadi, untuk amannya aku hanya memilih sarapan dengan croissant atau dim sum siomay ayam.
Untungnya, tuan rumah mengerti kebutuhan tamunya dari Indonesia dan Malaysia, sehingga saat makan siang di sela konferensi, mereka selalu memilih menu yang non – babi. Mantan bossku yang orang Phils dan hadir saat itu, juga membantu menginformasikan mana yang aman untuk kumakan.
Makanan di Phils ini unik rasanya. Menurutku kurang sesuai untuk lidah orang Indonesia yang suka sekali rasa yang berat, spicy dan pedas. Selera orang Indo lebih mirip orang Malay, Singaporean, dan Thai. Phils yang lama dijajah oleh Spanyol, dan Portugis, lebih cenderung mengadopsi rasa Barat. Kadang dicampur dengan taste China, karena banyak warga China berasimilasi di sana, terutama pada akhir abad 19. Tetapi, tetap yang dominan adalah rasa baratnya, sehingga masakan Phils lebih ‘plain’ dalam bumbu dibanding masakan Indonesia.

Ketika berada di Philippines, temanku yang orang Malaysia, sangat ketat memegang kaidah Islam, sehingga sekalipun jelas – jelas masakan yang tersaji di hadapannya ayam, karena ia tak yakin bahwa ayam ini disembelih dengan membaca basmalah, maka ia tak menyentuhnya. Walhasil, selama di Manila, ia menjadi seperti penganut vegetarian sementara,..karena hanya makan sayur dan membawa bekal abon dan sambal dari negaranya. Padahal, pada saat demikian, hidup tak perlu dibuat rumit. Selama daging tsb halal : baik ayam maupun daging sapi, meskipun tak disembelih dengan membaca basmalah, karena penyembelihnya non – muslim, maka saat memakannya kita cukup membaca basmalah dan legallah kita memakannya. Jika tidak, betapa sengsaranya muslim yang tinggal di negara – negara Barat, karena tak bisa memakan daging sapi, ayam, corned, sosis, dsb hanya karena tak melalui proses pembacaan basmalah !!!

Di Malaysia, dan Singapura, makanan tak menjadi masalah besar. Karena rasa masakan hampir sama, semua senang spicy dan hot food. Bahkan orang Malaysia cenderung menyenangi segala sesuatu makanan yang sarat aroma rempah – rempah seperti orang India dan Arab, yang tak kusuka (India menempati populasi ke-3 terbanyak di Malaysia setelah ras Melayu dan China ). Mulai dari nasi bryani, sate Kujang, dan banyak masakan yang menggunakan santan. Tetapi untuk laksanya, OKlah sekalipun terasa berat santannya.

Di manapun kita berada di luar negeri, lebih aman untuk memilih masakan Thai, karena banyak menggunakan ikan dan hasil laut, serta ayam. Serta rasa masakannya yang spicy, sesuai dengan lidah orang Indonesia, dapat mengobati rasa kangen masakan Indonesia.

Apapun menu yang anda pilih untuk menemani makan siang dan makan malam anda dengan orang yang anda sayangi,.jadikan itu sebagai perjalanan menjelajah rasa dan mengetahui seluk beluk sejarah culinary di balik rasa yang timbul…

Bon Apetite !!

BNI – 18 Desember 2005
07.15 am