Tuesday, August 31, 2004


My ‘animal’ behavior

Don’t get shocked by reading this title,..coz what I meant is.. we have behavior that can be symbolized by animal.
As I’ve told u before, I tried to heal love hurt by being closer to God,. Doing dzikrullah therapy everyday. And today I joined one of course that taught us how to get ‘rizki’. Di sini kita diajarkan untuk mengenal faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi kita untuk mendapatkan rizki dengan mudah,dan lancar. Faktor internal misal : rutinitas kita untuk melakukan amalan sholat sunnah dhuha dan tahajjud, dzikir, juga tabiat / sifat buruk yang melekat pada diri kita yang mesti kita kurangi atau hilangkan. Nah, sifat buruk ini dilambangkan dengan hewan. Sifat mudah emosi dan marah dilambangkan dengan harimau dan singa,..waah, kalau yang ini benar sekali ada pada diriku. Sifat suka merayu dilambangkan dengan kucing,.dan aku dikatakan memiliki 2 kucing ,..padahal aku sebenarnya bukan pintar merayu,.tapi korban rayuan pria,.hehe. Belum lagi waktu dilihat ada 3 buaya,..yang artinya aku 'menikmati' sekali pria2 ganteng di sekelilingku,..waah,.itu kan karunia..dan pertanda bahwa aku perempuan normal. Tapi aku tahu batas - batasnya. Juga waktu dilihat,..ada katak,.artinya aku cepat bosan dengan sesuatu hal,..terutama kalau itu menyangkut hubungan dengan laki - laki. Kalo sudah nggak ada tantangan lagi,...aku cenderung mencari pembenaran untuk memutuskan hubungan,.. Payah juga,.ya,..rada sakit kali !! Truss yang hebaaat amat,.waktu dilihat ada 15 burung , yang artinya aku punya daya khayal luar biasa,..hehe,.eeh dah gitu koq nggak bisa jadi cerpenis atau novelis sih !! Ngayalnya buat hal - hal yang kurang bermanfaat, ya. Naah kalo yang satu ini emang malu - maluin,.tapi apa boleh buat,.begitulah adanya. Aku males mandi kalo gak terpaksa ..jadi rata - rata cuma mandi sekali sehari,..pagi hari. Kalo malem pulang kerja,.dah capek,.langsung buka email 'n gak pernah mandi. Makanya sabun mandi irit !! Belum lagi kalo hari Minggu ,..pahenya jalan truss,.mandi nya jam 12 siang or 1 siang,.sekalian mewakili pagi 'n sore. 'Manja' ini alias mandi jarang,.direpresentasikan dengan binatang kambing,...hehe.
Sifat ingin tahuku juga terungkap di sini,.melalui perlambnag 2 jerapah,..kaya'nya aku cocok jadi intel or informan,.hehe. Juga sifat sangat penyayangku yang diwakili dengan 4 kelinci
Yaa believe it or not,.95% sifat2 ku yang dilambangkan melalui 'binatang',...sesuai dengan diriku. Jadi,..sesudah ini,..aku mesti melakukan amalan untuk menghilangkan sifat sifat jelekku,..dari gampang emosi,.sampe 'manja' alias mandi jarang. Insya Allah.

Saturday, August 28, 2004

Did u tell the true fact, my friend ?


Through passionate experience, eventually, I do believe that 'menyeruput kopi tubruk nasgitel jauh lebih nikmat daripada cappuccino coffee atau frappuccino macchiato'.., kemudian mulailah aku belajar menyukai laki - laki Indonesia dengan segala plus minusnya. Tetapi pengalaman dengan 2 laki - laki Ind. membawaku ke kenyataan pahit bahwa ternyata mereka tidak seperti yang aku bayangkan,.lebih kompleks..., lebih menuntut banyak perhatian, dsb.Dan ketika kutanyakan ke temanku, dia bilang, ..tidak semua laki -laki Indonesia brengsek ,..aku saja yang salah kenal dan bertemu orang yang tidak benar.
OK teman,..sepertinya aku mesti belajar banyak di dunia satu ini, yang SKSnya unlimited,..dan never ending learning...

You should listen to ur intuition and inner voice ...as they never lie

To LI whom I have no respect anymore

Once in a life time,.you will realize that sometimes u feel so disappointed due to u put positive thinking and show ur sincerity to the wrong person, did the best effort to please him,...and once u realized it,..it was too late,..coz so painful..and takes time to heal it..
Apa yang lebih menyakitkan daripada menyadari bahwa kamu ternyata tidak cukup mengenal seseorang yang selama ini kamu anggap bisa memenuhi impian - impian kamu tentang sosok ideal kamu ? Yang hadir seolah menjawab doa malam kamu ? Yang ketika kamu berinteraksi dengannya,.intuisi dan swara hati kamu mempertanyakan ketulusan dan kesungguhan sikap, perbuatan dan kata-katanya, tetapi selalu coba kamu halau dengan positive thinking dan pembenaran atas segala tindakan 'aneh'nya yang tidak masuk akal...Yang membuat kamu rela berkorban waktu, moral dan material untuk sesuatu yang tidak layak untuk diperjuangkan dan dipertaruhkan. Yang membuat kamu tak mampu mengambil jarak dengan perasaan - perasaan kamu..Yang ternyata tak lebih dari seorang pecundang dan pengecut yang bahkan tak berani membuat keputusan penting yang menyangkut seluruh sisa hidupnya..Yang ternyata tak layak untuk disebut pembawa 'keberuntungan/lucky'...Dan dialah satu - satunya orang di mana aku menaruh rasa sakit hati, dan rasa benci yang menggunung...karena anggapan 'tak ada rotan, akarpun jadi.' (aku berdoa pada Tuhan,.untuk menghilangkan rasa benci dan sakit hati ini,. dan untuk bisa memaafkan perbuatannya,..but it's so difficult..)
Aku selalu percaya pada 'bad and good karma',...so,..I have to treat other with respect, and never humiliate them.Kalau seseorang mempermainkan orang lain dengan mudahnya,.maka dia harus mengingat bahwa karma buruk bisa menimpa dia,.atau saudara perempuan dia.Jangan pernah mempermainkan perasaan mereka dan menganggap rendah mereka. Kalaupun 'break - up',.kita akan mengenangnya sebagai sesuatu yang indah,. bukan dengan perasaan sakit hati dan dendam,...dan tetap berkawan baik.

Thursday, August 19, 2004

Feel the experience


Some people would say that they r lucky as they don't need to feel how hot the fire and avoid it by learning from others' experience.
Sayangnya, aku bukan termasuk golongan orang yang seperti ini. Aku mesti 'feel the experience' to differenciate the right one from the bad one. Terutama dalam berinteraksi dengan orang lain. Aku orang yang selalu positive thinking, dan berpikiran bahwa semua orang sama baik dan tulusnya seperti aku. Ketika ternyata kemudian kuketahui bahwa mereka adalah 'serigala berbulu domba',..yang hanya ingin mendapatkan manfaat dari hubungan personalnya dengan kita.

Aku mesti jatuh bangun dulu, sebelum menyadari bahwa aku berinteraksi dengan orang yang salah, dan ketika kusadari hal ini,.aku sudah 'terluka. Kadang terlintas di pikiranku,.kalau Tuhan memilih aku untuk menjalani semua cobaan ini, tentu karena Tuhan tahu aku akan mampu mengatasinya. Semua pengalaman pahit ini mendewasakan aku,.menjadikan aku lebih 'kuat' dan 'tabah' menghadapi cobaan dan ujian hidup. Membuat hidupku lebih berwarna dan bermakna. Dan yang terpenting menyadarkan aku bahwa setiap denyut kehidupan yang kulalui adalah karunia dan anugrah Tuhan.

Sunday, May 23, 2004

PADA SUATU SENJA


Ke mana mesti kusimpan potongan kenangan itu ? Matahari senja bergulir ke barat. Rinai gerimis melantunkan tembang duka. Samar tercium bau tanah di udara terbuka. Ada yang membayang di pelupuk mataku, air mata jatuh satu - satu. Isak tertahan itu tak mampu lenyapkan laraku. Lalu kudengar ucapan perpisahanmu . Aku pergi mengikuti perjalanan matahari,. .. Adakah yang abadi di dunia ini, selain ketidakabadian ? Cinta tak berarti memiliki .. Hangat ciumanmu menyentuh bibirku,....Erat dekapanmu memeluk tubuhku,.. sebelum bayang murammu mengabur di keramaian manusia di bandar udara. Burung besi itu terbang membawamu jauuuuh ke negeri dengan pesona willow mengapas putih. (Kamu pernah berkata " Alangkah nikmatnya jika pesawatku jatuh menghempaskan ragaku di ketinggian 24,000 kaki di atas permukaan tanah.Jika aku mati, tak ada lagi kesedihan tanpa batas.., tak ada lagi nyanyian pilu berulang ditembangkan..."). Ada kalanya hidup tak berarti mewujudkan semua impian kita.., hidup adalah rangkaian kompromi.. Saat itu kata - kata mengapung di udara beku,..aku tercekat, kehilangan keberanian untuk berkata.
Ah,..andainya kau tahu, betapa aku mencintaimu lebih dari yang kaurasakan, .... betapa perbedaan itu tak pernah menyurutkan kasihku padamu, betapa ada yang tak terkatakan di tiap pertemuan kita,.. selain haru biru perasaan purba..


BNI, 23 Mei 2004
buatmu, yang memenuhi ruang hatiku
dan menghempaskan aku dalam cinta
yang luka

Monday, May 03, 2004

Monolog Larut Malam


Monolog Larut Malam

Aku tak bosan mencintaimu
seperti ombak yang setia datang
menyusur pasir pantai,..
kadang bergemuruh,…
kadang mengalun pelahan,..
Aku tak jera menyayangimu…
Seperti anak – anak yang rindukan
bermain air di tengah rintik hujan ,…
Semburat ceria dan bahagia
kalahkan rasa cemas kar’na takut yang tak pasti : sakit

Aku ingin selalu bersamamu,..
Seperti rembulan yang tak pernah lelah
temani malam,…
Membagi cahaya di kegelapan …


BNI, 3 Mei 2004
kepada seseorang yang jadi mata air inspirasiku

Monolog Rindu


Alangkah sepinya di sini,..
Ketika kususuri lautan pasir bromo,…
Dan tak kutemukan kau di rerimbunan semak putih edelweiss….
Alangkah senyapnya di sini,…
Ketika kulalui jalanan terjal kaldera bromo,…
Dan tak kudapatkan kau di batu – batu cadas kiri kanan jalan ….
Alangkah sunyinya di sini
Ketika malam memeluk puncak bromo
Dan tak kurasakan rengkuhanmu di sisiku….
Alangkah heningnya di sini
Ketika kabut pagi memagut pucuk – pucuk pinus
Dan tak kudengar sapa selamat pagimu memecah hening…
Sebab rindu yang mengkristal,…
di tengah lautan pasir,
di antara batu – batu cadas,…
ditingkah pucuk – pucuk pinus,..
kudesahkan namamu,..
‘ Sayang,….
kucinta kau…..’


BNI, 3 Mei 2004…

Nyanyian Hati



Selalu kuingat bau tubuhmu yang menyisakan kerinduan..
di malam - malam sepi nan panjang,
Ketika suara merdumu tak lagi menyapaku
ketika desah nafasmu tak lagi terdengar,
ketika senyummu tak lagi terlihat,..
ketika binar - binar matamu tak lagi tampak
Kurajut kecemasan demi kecemasan,
mengingat mimpi yang terserak,
membangun bahagia
di atas rumah pasir yang rapuh,..
satu hari nanti kan lenyap terhempas angin
Kulewati hari - hariku dengan kesabaran yang sakit
saat detik ragu berlalu
saat menit enggan beranjak pergi
saat hari berhenti berputar...
saat waktu serasa penantian tak berujung,....
Menantimu kembali dari perjalanan
mengikuti gerak matahari,
Melabuhkan penat di larut masa
Kembali ke rumah yang ugahari,..
Temukan cinta yang geloranya tak terduga

BNI, 3 Mei 2004
buatmu yang gagal ajarkan aku
menikmati perasaan ngilu ....

Thursday, April 08, 2004

MANTRA



Mantra menjelma menjadi kata,…
Cintailah cinta selagi ia masih bersamamu,….
Cintailah yang ada, semasa ia masih lekat di hatimu…
Cintailah kehidupan,.selagi ia masih mencumbumu….

Pandanglah tanpa pejam semua di hadapanmu,…
Tataplah tanpa kedip, anugrah cinta di depanmu….
Sebelum ia mengabur dalam warna nestapa…
Sebelum ia menghilang dalam bayang gelap
malam
Sebelum ia tak lagi menjadi keajaiban cinta …..

Tangerangku dalam duka, 8 April 2004
Untuk yang masih ada,..dan entah
sampai kapan akan masih ada…. ..

Monday, April 05, 2004

MENGINGATMU



Mengingatmu…
Seperti mengenang kopi tubruk nasgitel
Yang selalu bangkitkan keinginan untuk menyeruputnya
Lagi dan lagi…..
Tak tergantikan oleh starbucks cappuccino coffee,..ataupun
Frappuccino macchiato

Mencintaimu…
Seperti membuatku kembali menjejak bumi,…
Ke Jakarta yang panas dan pengap tapi kusayang,..
Ke Indonesia yang sarat masalah tapi kurindu ….
Tak tergantikan oleh negeri empat musim yang dinginnya
menusuk tulang,..ataupun
oleh gumaman “ach so....” di kala bertutur sapa dengan bangsa aria…

Merindukanmu….
Seperti senja menunggu datangnya malam…
Seperti serbuk sari menanti datangnya kupu – kupu..
Seperti sawah menunggu petani menabur benih padi…

Tangerangku, 5 April 2004

Sunday, April 04, 2004

ADA.....




Ada bayangmu dalam lelapku
Ada desahmu dalam igauku
Ada candamu dalam lamunanku
Ada tawamu dalam senduku
Ada yang tiada dalam diriku
Ketika kutersadar
Kau tak di sisiku…..

Manila – Singapore, 03.45 pm, 4/4/04

Tuesday, March 30, 2004

PADA....


PADA....
Pada matahari yang sinarnya membakar
pucuk – pucuk pinus di kaldera bromo,…
Pada purnama yang cahayanya berkilau
di riak – riak pantai Tanjung An,…
Pada awan yang tak sempat menjadi hujan
di atas gunung kidul yang kerontang

Aku ingin mengucapkan dengan sederhana…
Betapa aku mencintai kekasihku…
Yang ajarkan aku untuk jadi diri sendiri…
Yang membawa tawa dalam hari – hari senduku….
Yang sadarkan aku untuk melihat dengan mata
hati…

BNI, 30 Maret 2004, 05.50

Friday, December 31, 1999

AMBON, DULOS, ACEH…..

Andainya aku bisa memilih,…..
Tak ingin aku tetap berada di Indonesia yang makin pengap ini….
Yang tak lagi kenal kawan dan lawan
Di Ambon,…Aceh,… dan banyak tempat di Indonesia,…
Tak lagi ada beda Ramadhan yang sakral dengan bulan-bulan lainnya,…
Tak lagi ada kesamaan kedudukan manusia, yang hanya beda “kulit” luarnya semata,….
Bahkan pelaku kerusuhan di Dulospun
Orang-orang Islam yang tak lagi kenal isi Qur’an,….
Yang menyatakan “sebaik-baiknya kedudukan manusia disisi Allah ialah yang paling bertaqwa”
Mengapa jika Muhammad dapat hidup berdamai dengan orang Nasrani dan Yahudi,…
Bahkan keinginan Muhammad untuk mengIslamkan seluruh manusia, adalah sesuatu
Di luar kemampuannya,….. yang juga tak dikehendaki Allah …
Mengapa muslim Indonesia jadi demikian eksklusif,....
Menganggap kaumnya paling benar,
Sekalipun pelaku kejahatan korupsi,perundungan seksual, kejahatan kriminal, dsb....
Adalah saudara-saudara muslim kita juga?
Mengapa tak ada lagi cinta di hati mereka?
Mengapa tak ada lagi damai di diri?
Mengapa “kemenangan” mesti dicapai dnegan pertumpahan darah,
Dan pengorbanan sanak saudara kita sendiri...
Akanka Bosnia ‘kan pindah ke Indonesia?
Akankah Sri Lanka ‘kan pindah ke Indonesia?
Terlalu banyak yang mesti dikorbankan
Untuk mencapai ambisi diri,...
Terlalu banyak darah dan air mata yang mesti dicurahkan,...
Kini saatnya menggalang kesatuan,
‘tuk hadapi “dunia tanpa batas” di milenium baru......

Ramadhan ke – 23,
Dec 31, 1999

JANGAN SEDIH,ANAKKU……


Jangan sedih anakku,….
Meskipun engkau tak memiliki Ayah,...
Engkau masih memiliki dan merasakan curahan kasih ibumu,….
Engkau masih punya kesempatan untuk menikmati limpahan rizkiNya :
Pendidikan yang baik, makanan bergizi, mainan lucu, pakaian nyaman, tempat tidur empuk,…
hiburan memikat, dan tak terhitung lagi lainnya…..


Nasibmu jauh lebih baik dibanding jutaan orang lain
Yang tak kenal siapa ibu dan ayahnya,…
Yang besar di jalanan,….
Mengenal kekerasan di rimba beton,...
Mengenal falsafah“yang kuat,yang berkuasa“
Yang mesti mencari nafkah di usia seumur jagungnya
Agar ia bertahan hidup.....
Yang tak lagi punya mimpi dan berani angankan
Miliki mainan beruang Teddy atau boneka barbie,...
Yang sekarang mesti berpikir ”sekarang aku makan apa“,...
Sebelam sampai pada pikiran “esok siapa memakan aku?”
Yang mesti mengunyah joroknya sodomi, rokok, nggelek, pelecehan seksual, jambret, dsb....
Dan ia begitu asing pada “rumah singgah” yang disediakan sekedar basa-basi oleh pemerintah,....
Dan ia menjadi galu melihat gedung SD nan megah,...
Dimana ratusan murid datang diantar mobil mewah,…
Dan ia bertanya-tanya “bagaimana aku mesti mengeja nama-nama yang tertera di sign board sepanjang Thamrin – Sudirman?
Bagaimana aku bisa menulis surat ‘tuk ayahku –kuli bangunan- yang masuk surga setelah mati jatuh dari lantai sepuluh gedung bertingkat???”


Begitu banyak “bagaimana” lainnya terlontar dari mulut mungil bocah-bocah Indonesia yang menatap esok dengan ketakpastian dan mata menerawang…
Yang mencoba gapai asa dengan bertanya
“masihkah ada esok yang lebih baik dari hari ini???”

BNI, Ramadhan ke 23, Dec 31, 1999, 04.45

Tuesday, August 17, 1999

MENCARI


Bahkan rumput – rumput yang meranggas
di padang savanna itu tak mampu
menepis tanya di dirimu

Bahkan bening air di telaga tiga warna itu..
Tak juga mampu sejukkan batinmu
Yang dilanda galau dan duka..

Bahkan derak dedaunan pinus dan cemara
Yang melantun di udara berkabut
Tak mampu cairkan beku dan dinginnya
Hatimu,…

Adikku,..
Seandainya kau tahu..
Tak usah kau cari damai di Flores yang perawan,..
Tak usah berburu sosok suci di keheningan masjid…
Tak usah mencari kebahagiaan semu lewat benda – benda bermerek
Yang dijajakan di mall- mall
Kar’na sesungguhnya
Damai sejati ada di dalam diri kita..
Ketika kita temukan kasih abadi dariNya
Yang tak lekang oleh ruang dan waktu…

Tangerangku yang berduka,
Independence day, 1999